
Kemenpora dan BPKP bersinergi memprioritaskan pembinaan atlet dan pemberdayaan pemuda sesuai kebutuhan lokal. sport.detik.com
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menegaskan komitmen untuk memastikan program pembinaan atlet dan pemberdayaan pemuda benar-benar sesuai dengan kebutuhan setiap daerah, bukan sekadar mengikuti rancangan dari pusat. Komitmen ini muncul sebagai respons atas sejumlah program nasional yang dinilai belum berjalan optimal dan kerap menimbulkan hambatan bagi atlet maupun komunitas dalam proses latihan.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Sistem Informasi (SI), semester tujuh, Marshelia Azzahra menyampaikan, keterbatasan sarana latihan seperti lapangan, fasilitas olahraga yang memadai, dan akses pembinaan antarwilayah menjadi faktor utama yang menghambat proses pelatihan atlet, terutama di daerah terpencil. Kondisi ini membuat banyak potensi olahraga daerah tidak berkembang secara maksimal.
“Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan langkah baru dari Kemenpora dan BPKP melalui pemantauan langsung di lapangan serta pemerataan kebutuhan berbasis data tiap daerah. Pendekatan tersebut diyakini mampu memastikan kebutuhan atlet terpenuhi secara optimal dan mendukung terciptanya sistem pembinaan yang lebih adil dan merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), semester lima, Evan Azalia Ibnu Arianto menuturkan, penyusunan anggaran dan perencanaan yang matang antara Kemenpora dan BPKP menjadi langkah penting dalam memenuhi kebutuhan pembinaan atlet maupun pemberdayaan pemuda. Proses pelaporan yang dilakukan secara teratur juga memungkinkan BPKP memastikan anggaran tersalurkan dengan benar dan digunakan sesuai tujuan.
“Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat pembinaan di tingkat lokal, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi atlet dan pemuda daerah untuk berkembang hingga mencapai kompetisi dan ruang partisipasi di tingkat internasional. Dengan perencanaan yang terarah, potensi daerah dinilai dapat terfasilitasi secara lebih efektif,” tuturnya.
(Yuzka Al-Mala)




