Transformasi Kesehatan Masa Depan: Mahasiswa ARS UI Sukses Gelar Talkshow dan Hospital Expo

Prodi ARS UI Beri pemahaman transformasi digital lewat talkshow dan Hospital Expo. Sumber. Dok. Pribadi Mahasiswa Fakultas Vokasi Program Studi Administrasi Rumah Sakit (Prodi ARS) Universitas Indonesia (UI) semester lima menggelar Talkshow and Hospital Expo bertema “Digital HealthCare Transformation Towards a Smart Future” di Auditorium Vokasi UI, Depok, pada Selasa (2/12). Kegiatan yang menjadi proyek mata kuliah wajib ini bertujuan memperkenalkan praktik transformasi digital di rumah sakit kepada mahasiswa, generasi muda, dan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari pemenuhan tugas Ujian Akhir Semester (UAS). Ketua pelaksana (Ketuplak) Talkshow and Hospital Expo, Khaulah Aufa Nidaulkhair menjelaskan, pemahaman mengenai transformasi digital menjadi kebutuhan penting di era modern. Pengetahuan ini perlu dikuasai mahasiswa maupun masyarakat karena membawa banyak manfaat, seperti pengambilan keputusan yang lebih akurat dan cepat berbasis data terintegrasi serta peningkatan efisiensi dalam pekerjaan. “Pemaparan materi dari Dr. Meilisa Rahmadani selaku Manager Trasformasi Digital di Rumah Sakit (RS) UI dan Hasnal Wenes selaku Chief Executive Officer (CEO) Fisiohome yang ahli pada bidangnya sehingga dapat memberikan pemahaman mendalam dan kerjasama yang berkelanjutan,” jelasnya. Salah satu peserta, Zahwa Salsabila menyampaikan, antusiasme peserta yang tinggi menjadi tanda meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya memahami transformasi digital. Menurutnya, pemahaman transformasi digital yang baik merupakan langkah strategis dalam memajukan sektor kesehatan Indonesia. “Melalui acara ini, mahasiswa bisa ikut serta dalam membantu seperti pengembangan aplikasi kesehatan, pemanfaatan kecerdasan buatan, riset data, dan sosialisasi di daerah terpencil sehingga efek tersebut bisa terealisasikan secara menyeluruh,” ujarnya. (Yuzka Al-Mala)
Tutup Rangkaian SPECTRA 2025, HMPS PSY Tekankan Integritas Keuangan Syariah

Pemaparan Materi oleh Branch Manager KCP Tangerang Ciputat Dewi Sartika, Arya Febry Harmono. Sumber. Dok. Pribadi Himpunan Mahasiswa Perbankan Syariah (HMPS PSY) sukses menggelar Closing Seminar SPECTRA 2025 dengan tema “Nurturing Integrity through Islamic Finance” pada Rabu (5/11) di Teater Dua (Miring), Lantai Lima, Gedung FEB Baru UIN Jakarta. Seminar ini menjadi penutup rangkaian kegiatan SPECTRA 2025 yang berfokus pada penguatan integritas dan penerapan nilai-nilai keuangan syariah di kalangan mahasiswa sebagai calon profesional masa depan. Wakil Ketua HMPS PSY, Reivanoza Berlian menjelaskan, penyelenggaraan SPECTRA menjadi langkah inisiatif HMPS PSY untuk memperkenalkan program studi sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa baru mengenai arah keilmuan dan prospek karier di bidang PSY. Tahun ini, rangkaian kegiatan dimulai dengan seminar pembuka, dilanjutkan dengan lomba poster dan esai, serta ditutup dengan seminar penutupan bertema prospek kerja lulusan PSY di masa depan. “Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2025 yang masih memerlukan pemahaman mendalam tentang arah studi dan peluang karier di sektor PSY. Melalui kegiatan ini, HMPS PSY berupaya menegaskan bahwa lulusan PSY tidak hanya berpeluang menjadi teller bank, tetapi juga dapat berkarier sebagai akademisi, peneliti, maupun profesional di bidang keuangan syariah. Seminar penutupan turut menghadirkan Arya Febriharmono, Branch Manager KCP BSI Dewi Sartika Ciputat, yang berbagi pengalaman dan pandangan mengenai dunia kerja dalam industri PSY yang terus berkembang,” jelasnya. Peserta Closing Seminar SPECTRA 2025, Galih Dwi Prasetyo menuturkan, partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini didorong oleh keinginan untuk memahami lebih dalam dunia PSY. Banyak peserta yang hadir atas kemauan sendiri untuk mengenal lebih jauh produk dan sistem yang diterapkan dalam industri perbankan. Melalui penjelasan yang disampaikan pemateri, peserta memperoleh wawasan baru bahwa fungsi bank tidak hanya sebatas tempat penyimpanan uang, tetapi juga sebagai lembaga penyalur dana yang memiliki berbagai produk seperti tabungan emas dan giro berbasis syariah. “Sebagai mahasiswa jurusan PSY, saya mendapatkan banyak pelajaran baru, termasuk cara mengelola keuangan secara bijak dengan pembagian proporsional 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk gaya hidup, dan 20 persen untuk investasi. Materi yang disampaikan terasa mudah dipahami karena disampaikan dengan cara yang interaktif dan komunikatif, sehingga mampu menarik perhatian peserta serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar tentang praktik keuangan syariah,” tuturnya. (Fayruz Zalfa Zahira)
Tanamkan Nilai Empati dan Jiwa Sosial, DEMA FDIKOM Sukses Gelar Bansos 2025

Foto bersama panitia Bansos 2025, yang melibatkan partisipasi mahasiswa baru FDIKOM. Sumber. Dok. Pribadi Pada Sabtu (11/10), Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Jakarta menunjukkan komitmen terhadap kepedulian sosial melalui penyelenggaraan kegiatan Bantuan Sosial (Bansos) 2025 sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekitar kampus. Kegiatan yang berlangsung di Taman Baca Amalia, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan ini melibatkan partisipasi aktif dosen, mahasiswa, serta berbagai elemen luar kampus dalam menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Ketua Pelaksana Bansos, Muhammad Syafiq Hisyam Ajjauzaqi menjelaskan, kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa baru yang berjiwa sosial dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak untuk menanamkan nilai empati dan tanggung jawab sosial sejak dini. “Selain itu, pelaksanaan Bansos juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, menjalin kerja sama dalam tim, serta menumbuhkan rasa solidaritas antar sesama. Pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus maupun berkontribusi bagi masyarakat di masa mendatang,” jelasnya. Koordinator bagian Fundraising, Reiski Novriansyah menuturkan, strategi panitia dalam mencapai target maksimal pada kegiatan ini dilakukan melalui berbagai upaya, seperti penggalangan dana di lingkungan kampus maupun di luar kampus, penjualan pakaian, minuman, dan makanan, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas jaringan donatur. Langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen panitia dalam memastikan kegiatan berjalan optimal dan tepat sasaran. “Melalui penyaluran bantuan dalam kegiatan ini, diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial yang berkelanjutan di kalangan generasi muda,” tuturnya. (Yuzka Al-Mala)
Bekali Mahasiswa Lintas Jurusan Hadapi Era Kecerdasan Buatan, DNK TV Sukses Gelar CBX

Sukses Digelar, CBX 2025 Bahas Isu Kritis “Media Under Control”. Sumber. Dok. Pribadi DNK TV sukses menyelenggarakan Campus Broadcast Expo (CBX), pada Senin (30/9), di Gedung Auditorium Harun Nasution. Dengan Mengusung tema “Media Under Kontrol”, acara ini menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa lintas jurusan dengan menghadirkan narasumber kompeten yang mengulas perkembangan teknologi, peran media, serta tantangan di era digital. salah satu panitia acara, Muhammad Rafli Ramadhan mengungkapkan, pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan. Perubahan zaman yang berlangsung cepat menuntut generasi muda untuk lebih adaptif dan kritis terhadap penggunaan teknologi. “Harapannya, mahasiswa semakin menyadari bahwa teknologi harus tetap berada di bawah kendali manusia. Dengan begitu, kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan secara bijak, terutama dalam ruang lingkup akademik, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang tepat guna bagi kemajuan pendidikan,” ungkapnya. Salah satu peserta acara, Septi Nur Luthfiani mengatakan, tema yang diusung sangat relevan, karena media kerap dipengaruhi berbagai kepentingan sehingga keaslian informasi sulit dijaga. Besarnya pengaruh media dalam membentuk opini publik, gaya sosial, hingga isu-isu masyarakat menuntut mahasiswa untuk lebih kritis dan tidak mudah terjebak pada berita hoaks. “Acara ini diharapkan mampu menambah wawasan mahasiswa mengenai media sosial sekaligus melatih kepekaan dalam memilah informasi. Selain itu, saya juga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun dengan konsep lebih kreatif dan narasumber yang inspiratif,” ucapnya. (Maura Mahrani Rizky)
Dorong Literasi dan Kreativitas Mahasiswa, LSPR Gelar AI Festival

Para pemenang kompetisi AI Creative Challenge dalam acara LSPR AI Festival. Sumber. Dok. Pribadi Pada Senin (25/8), London School of Public Relations (LSPR) menggelar LSPR AI Festival di LSPR Transpark Bekasi. Acara ini membahas perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin marak digunakan, khususnya di kalangan mahasiswa sebagai alat bantu dalam menyelesaikan tugas tanpa mengurangi kreativitas dalam mencurahkan ide. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan AI sekaligus memberikan pemahaman tentang tata cara penggunaannya secara bijak dan bermanfaat. Ketua pelaksana LSPR AI Festival, Dendy Muris menjelaskan, acara ini memiliki tiga pilar utama. Pilar pertama adalah Inspiration, yang dihadirkan melalui pembahasan para pembicara pada sesi pagi. Pilar kedua adalah Creation, berupa kompetisi AI Creative Challenge yang terbuka untuk umum. Pilar terakhir adalah Celebration, diwujudkan dengan memamerkan karya-karya para pemenang lomba dalam sebuah galeri. “Setelah diadakannya LSPR AI Festival, saya berharap literasi AI dapat meningkat, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas. Karena itu, acara ini dibuka untuk umum dan tidak terbatas hanya pada mahasiswa,” jelasnya. Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Aju Widya Sari menegaskan, AI telah menjadi bagian dari denyut nadi modern. Dengan kemampuannya menganalisis data dalam hitungan menit, teknologi ini membuka jalan bagi lahirnya inovasi tanpa batas. Tantangan utamanya kini bukan lagi soal bagaimana AI bekerja, melainkan seberapa bijak kita memanfaatkannya. “Kecerdasan artifisial bukan hanya berdampak pada dunia akademik dan bisnis, tetapi juga memiliki potensi besar bagi perekonomian nasional. Diperkirakan kontribusi AI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa mencapai USD 366 miliar. Potensi besar ini hanya dapat tercapai jika kita memiliki sumber daya manusia yang terampil sekaligus beretika,” pungkasnya. (Nayla Putri Kamila)
GIS FEB UIN Jakarta Gelar School of Investment: Edukasi Investasi Syariah untuk Generasi Muda

Berlangsungnya School of Investment (SOI). Sumber. Dok. Pribadi Pada Sabtu (26/07), Galeri Investasi Syariah (GIS) Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta sukses menggelar School of Investment (SOI) di Main Hall Indonesia Stock Exchange Tower 1, Jakarta Selatan. Mengusung tema “Navigating for the Challenges of a New Era: Strategy Investment to Take Sustainable Economic Growth with Sharia Capital Market”, acara ini menjadi penutup rangkaian kegiatan edukatif yang bertujuan mengenalkan investasi syariah kepada mahasiswa, generasi muda, dan masyarakat umum. Ketua pelaksana (Ketuplak) SOI, Marwan Maulana, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memperluas pengetahuan dan pemahaman terkait investasi syariah, literasi keuangan, inklusi keuangan, serta pasar modal syariah di kalangan generasi muda. Pasalnya, masih banyak yang belum memahami konsep, manfaat, dan mekanisme kerja investasi berbasis syariah. “Selain seminar, kami juga mengadakan berbagai lomba seperti Stocklab Competition, Trading Competition, dan Stockcase Competition. Pesertanya berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, untuk melihat sejauh mana minat dan pemahaman mereka terhadap dunia investasi,” jelasnya. Salah satu peserta, Salma Annisa Marwan mengatakan, antusiasme peserta yang tinggi menjadi tanda meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya memahami investasi syariah. Menurutnya, investasi adalah langkah strategis untuk menyiapkan masa depan secara berkelanjutan. “Melalui acara ini, kami berharap mahasiswa dan masyarakat bisa mulai mempelajari dan terlibat dalam investasi syariah secara bijak. Nominalnya tidak harus besar, yang terpenting adalah konsistensi dan kesabaran,” ujarnya. (Yuzka Al-Mala)