Rima Revolusi: Wujud Pembaruan dan Ekspresi Pemuda di Panggung Closing ROFFAIR 2025

Foto bersama Anggota Aktif RDK FM X Teenage Sound pasca acara Closing ROFFAIR 2025. Sumber. Dok. Pribadi Pada Sabtu (15/11), Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK FM) berkolaborasi dengan Teenage Sound, menutup rangkaian RDK Off Air (ROFFAIR) 2025 dengan konsep baru yang mencerminkan semangat revolusi kreativitas anak muda di Rossi Musik, Fatmawati, Jakarta Selatan. Perpindahan ke panggung indoor dipilih sebagai respons terhadap dinamika cuaca sekaligus kebutuhan ruang pertunjukan yang lebih nyaman, aman, dan interaktif bagi pengunjung. ROFFAIR 2025 bukan hanya menjadi acara penutup, tetapi juga wujud pembaruan yang relevan dengan geliat generasi sekarang dalam merayakan ekspresi, musik, dan budaya kampus. Organizing Committee (OC) ROFFAIR 2025, Kahfi Arya Raihan menjelaskan bahwa tema closing ROFFAIR tahun ini, “Rima Revolusi”, dipilih karena dianggap selaras dengan berbagai dinamika yang sedang terjadi di Indonesia. Tema tersebut mencerminkan perubahan dan keberanian generasi muda dalam merespons situasi sosial yang terus berkembang, sekaligus menghadirkan ruang kreatif yang merefleksikan realitas saat ini. “Kami membawa konsep yang lebih berani dan relevan dengan semangat generasi sekarang, berbeda dari tahun sebelumnya yang mengusung genre indie pop. Harapannya, seluruh panitia maupun angkatan 24 dapat menikmati prosesnya, mendapatkan pengalaman berharga, dan merayakan perjalanan kreatif yang tercipta melalui festival ini,” jelasnya. Salah satu guest star ROFFAIR 2025, Muhammad Thariq Riz-q Darmawan, menyampaikan bahwa tampil bersama Band Kontras di ROFFAIR tahun ini memberikan pengalaman yang sangat memuaskan. Kebanggaan tersendiri muncul ketika dapat berbagi panggung dengan berbagai band besar, sementara konsep venue ROFFAIR dianggap jauh lebih keren dan inovatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Di era ketika inspirasi musik bisa didapat dengan sangat mudah, tantangan terbesar sebuah band bukan lagi mencari ide, tetapi menjaga pengembangan dan konsistensi. Konsistensi adalah kunci agar band bisa berkembang, dan ROFFAIR tahun ini memberikan panggung yang tepat untuk membuktikan hal itu,” ujarnya. (Safia Salsabila Putri)
Pemancar 2025 RDK FM: Asah Potensi dan Keberanian Anggota Muda di Dunia Penyiaran Kampus

Berlangsungnya rangkaian Pemancar 2025. Sumber. Dok. Pribadi Pada Sabtu (8/11), Lembaga Penyiaran Kampus (LPK) Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK FM) resmi menyelenggarakan kegiatan Pemancar bagi calon anggota muda. Mengusung tema “Bright Your Voice with Your Mind and Take Your Choice to Be Kind,”kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan keberanian peserta dalam menghadapi rasa takut sekaligus mengasah potensi diri agar siap berperan aktif di dunia penyiaran kampus. Ketua Pelaksana Pemancar 2025, Syarfa Kamila menjelaskan, pemancar merupakan tahap orientasi yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada calon anggota RDK FM tentang struktur organisasi serta fungsi dari setiap divisi. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengenal budaya kerja dan nilai profesionalitas yang dijunjung tinggi dalam lembaga penyiaran kampus tersebut. “Selain itu, kegiatan ini juga berfokus pada pengembangan kompetensi peserta melalui berbagai sesi pelatihan interaktif dan praktis. Peserta diajak untuk terlibat langsung dalam simulasi kerja penyiaran guna melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepekaan terhadap dinamika organisasi, sehingga siap berkontribusi secara aktif di lingkungan RDK FM,” jelasnya. Salah satu peserta Pemancar 2025, Fitri Ramadani menyampaikan, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk merasakan langsung pengalaman di dunia penyiaran. Melalui berbagai kegiatan yang dirancang secara interaktif, peserta memperoleh wawasan baru mengenai dinamika kerja di lembaga penyiaran kampus. “Selama proses orientasi berlangsung, para peserta juga terlibat aktif dalam praktik kerja di setiap divisi yang ada di RDK FM. Keterlibatan ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis dan komunikasi, tetapi juga membentuk sikap profesional serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap alur kerja organisasi penyiaran,” ujarnya. (Maura Maharani Rizky)
Pembukaan ROFFAIR 2025: Serukan Revolusi Pendidikan di Tengah Semangat Mahasiswa

Foto bersama Anggota Aktif (Angtif) RDK FM pasca pembukaan ROFFAIR2025. Sumber. Dok. Pribadi Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK) FM menggelar pembukaan RDK Off Air (ROFFAIR) 2025 dengan menghadirkan talkshow bertema “Patah, Pulih, Tumbuh: Revolusi Pendidikan Indonesia” di Teater Prof. Aqib Suminto, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta, pada Kamis (18/9). Acara ini menghadirkan Guru Gembul sebagai pembicara untuk mengajak mahasiswa melihat dinamika pendidikan dari sudut pandang kritis dan segar. Organizing Committee (OC) ROFFAIR 2025, Kahfi Arya Raihan mengatakan, pembukaan ROFFAIR tahun ini mengangkat tema Rima Revolusi yang lahir dari keresahan akan banyaknya persoalan yang sedang terjadi di Indonesia, mulai dari isu politik, pemerintahan, hingga dunia seni. Tema ini dipilih untuk mengajak generasi muda menghadirkan gerakan perubahan melalui rangkaian acara yang dikemas secara kreatif. “Di opening kali ini kami mengundang Guru Gembul untuk membahas soal Revolusi Pendidikan. Harapannya, para peserta bisa mendapat gambaran baru tentang pendidikan yang ideal dan membawa pulang hal-hal yang bisa dipraktikkan. Secara umum acara berjalan lancar, meski ada sedikit kendala teknis, tapi semoga pesan yang disampaikan tetap memberi semangat bagi siapa saja yang hadir,” ujarnya. Salah satu peserta Pembukaan ROFFAIR 2025, Aufa Syauqyya mengungkapkan, pembukaan ROFFAIR mendapat sambutan hangat dari mahasiswa, terutama mahasiswa baru yang ikut merasakan keseruan acara. Mereka menilai kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan seperti stand up comedy, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antar teman seangkatan maupun lintas kelas. Selain itu, sesi bersama pemateri dinilai mampu memberi wawasan baru yang bermanfaat. “Kesannya seru banget dan benar-benar bikin makin dekat dengan teman-teman. Dari rangkaian acara juga dapat ilmu baru dan pandangan baru dari pemateri, terutama dari Pak Guru Gembul yang banyak membahas soal pendidikan dan cara memandang dunia. Walau sempat ada keterlambatan registrasi, selebihnya acara terasa menyenangkan dan berjalan baik,” ungkapnya. (Fayruz Zalfa Zahira)
Perkuat Kualitas Radio, RDK FM dan UNAS FM Berbagi Pengalaman Lewat Studi Banding

Sesi foto bersama anggota aktif RDK FM dan UNAS FM. Sumber. Dok. Pribadi Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK FM) dan Radio Universitas Nasional (UNAS FM) menggelar Studi Banding, pada Kamis (11/9). Kegiatan ini menjadi wadah belajar melalui pengalaman dan pengetahuan dari masing masing, sehingga dapat saling meningkatkan kualitas siaran dan membangun hubungan yang lebih baik lagi kedepannya. Station Manager (SM), Ahmad Dwi Rahmatullah Saputra menjelaskan, Terselenggaranya Studi Banding ini merupakan salah satu program kerja (proker) wajib yang dilakukan oleh (RDK FM) pada setiap tahunnya. Dengan memperluas jangkauan komunikasi antar radio kampus, sehingga dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas antara kedua belah pihak selanjutnya. “Dengan adanya kegiatan Studi Banding ini, kita bisa berkolaborasi dalam berbagai aspek seperti announcing, podcast, dan lainnya. Serta dapat ikut berkontribusi dan bekerjasama untuk acara (RDK FM) dan (UNAS FM) kedepannya,” jelasnya. Program Director (PD), (UNAS FM), Novi Nur Afifah Darusman mengungkapkan, Tujuan adanya Studi Banding kali ini untuk menambah wawasan siaran, Podcast, Content. Dan lainnya. Melalui adanya Sharing Session kita bisa mengetahui hal hal yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. “Diharapkan, setelah adanya studi banding ini, kita dapat meningkatkan kualitas siaran, kreativitas, dan juga profesionalisme kedepannya. Sehingga dapat meningkatkan pendengar, kualitas siaran, dan juga semangat dalam berkreatifitas dan berkarya di industri radio kedepannya,” ungkapnya. (Yuzka Al-Mala)
Evaluasi Kinerja dan Dorong Semangat Kepengurusan, RDK FM Sukse Gelar LPJ Enam Bulan

Foto bersama anggota aktif RDK FM pasca acara LPJ Enam Bulan. Sumber. Dok. Pribadi Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK FM) menggelar Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Enam Bulan, pada Sabtu (6/9). Kegiatan ini menjadi wadah evaluasi program kerja sekaligus upaya meningkatkan kinerja organisasi dengan melibatkan seluruh anggota aktif. Hasil evaluasi diharapkan menjadi pijakan penting dalam menyusun strategi yang lebih baik untuk kepengurusan selanjutnya. Station Manager (SM), Ahmad Dwi Rahmatulloh Saputra menyampaikan, rasa bangga atas banyaknya program kerja yang terlaksana dalam waktu singkat, meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan. LPJ Enam Bulan disebut sebagai langkah awal untuk memberikan apresiasi sekaligus dorongan agar semangat terus terjaga dalam menghadapi periode selanjutnya. “RDK FM dipandang bukan hanya sebagai wadah untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan pengalaman berharga bagi seluruh anggotanya. Pandangan ini menegaskan bahwa setiap proses yang dijalani memiliki nilai penting bagi perkembangan organisasi maupun individu di dalamnya,” ujarnya. Organizing Committee (OC) LPJ Enam bulan RDK FM, Mahendra Dewa Asmara menjelaskan, laporan LPJ Enam Bulan menjadi sarana evaluasi bersama terkait pelaksanaan program kerja yang dipantau langsung oleh Dewan Pembina (Debar) dan Dewan Kehormatan (DKR) RDK FM. Konsep acara dikemas lebih santai dan menyenangkan agar suasana tidak terasa tegang, sekaligus menjadi ruang refleksi untuk melihat progres organisasi. “Setiap divisi yang masih memiliki program kerja tertunda diharapkan dapat menyelesaikannya dalam enam bulan ke depan. Semangat kepanitiaan pun perlu terus dijaga karena RDK FM akan menghadapi lebih banyak agenda penting yang menuntut kerja sama solid dari seluruh pihak,” jelasnya. (Nadine Fadila Azka)
Tingkatkan Profesionalisme Produser, RDK FM Gelar Pelatihan Siaran

RDK FM pasca pelatihan siaran. Sumber. Dok. pribadi Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK FM) menggelar pelatihan program siaran dan scripting di Teater lantai dua Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Rabu (20/8). Kegiatan bertema “Meningkatkan Kapasitas dan Profesional Produser dalam Mengelola Program Siaran RDK FM” ini diikuti seluruh anggota aktif dan menghadirkan Tomi Hernawan sebagai pemateri. Program Director Radio Dangdut Indonesia (RDI), Tomi Hernawan menjelaskan, penentuan materi sesuai segmentasi usia dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui Google Form untuk mengetahui minat pendengar. Untuk segmen ibu-ibu, misalnya, materi dapat diisi dengan lagu-lagu dangdut maupun lagu yang tengah viral di TikTok. Sementara itu, untuk kalangan anak muda atau generasi Z lebih cocok dengan lagu-lagu yang sedang tren di media sosial tersebut. “Dalam membangun interaksi dengan pendengar di era digital, penyiar juga dapat memanfaatkan media sosial seperti live streaming agar pendengar bisa langsung meminta lagu atau bertanya secara real time. Cara ini membuat interaksi terasa lebih dekat. Elemen penting yang harus diperhatikan dalam penyiaran adalah fun, fakta, dan fresh, sehingga penyiar dituntut mampu membedakan antara berita fakta dengan hoaks,” jelasnya. Program Director RDK FM, Indri Fitriani mengungkapkan, pelatihan ini digelar karena adanya kendala yang dihadapi produser dalam mengemas berita menjadi script yang siap dibawakan penyiar. Selain untuk mengatasi hambatan tersebut, kegiatan ini juga dirancang sebagai wadah pendalaman materi dan penambahan wawasan baru mengenai dunia penyiaran. “Harapannya, para produser dapat lebih terampil dalam mengolah materi siaran sehingga mampu menghasilkan script yang berkualitas dan menarik bagi pendengar. Dengan pengalaman serta pengetahuan baru yang diperoleh, produser diharapkan semakin terinspirasi dan termotivasi untuk meningkatkan profesionalisme dalam mengelola program siaran RDK FM di masa mendatang,” ungkapnya. (Nayla Putri Kamila)