
Ahmad Jannata Zainsty, sebagai peraih prestasi runner-up dalam ajang English Speech at the American English Royal Exhibition (AEROTION). Sumber. Dok. Pribadi
Ahmad Jannata Zainsty, atau yang akrab disapa Nata, seorang anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Flat, telah menorehkan prestasi membanggakan sebagai runner-up dalam ajang English Speech at the American English Royal Exhibition (AEROTION) yang diselenggarakan oleh TID EDSA UNDIP. Pencapaian ini ternyata tak hanya memberinya piala, namun juga membakar semangatnya untuk terus berkembang dan tidak puas pada satu titik keberhasilan.
“Saya tidak boleh takut dan mengurung diri lagi. Maka dari itu saya memberanikan diri untuk terus menerus maju mendapatkan sebanyak banyaknya prestasi untuk membuat orang tua, kerabat, orang sekitar, teman, dan kelak anak dan istri saya di masa depan merasa bangga kepada saya,” ungkap Nata, penuh tekad.
Nata membagikan pandangannya mengenai ketakutan terbesar dalam public speaking, bahwa ketakutan itu sebetulnya hanyalah asumsi yang muncul di benak sendiri. Banyak orang enggan berbicara di depan umum karena takut tampil tidak sempurna atau khawatir akan di hakimi. Namun, Nata meyakini kenyataan di lapangan justru berbeda.
“Padahal menurut saya, dalam praktiknya justru orang lain sangat menghargai betul kepada orang yang berani berbicara di hadapan umum, karena sudah berusaha untuk mengungkapkan pendapatnya di hadapan banyak orang,” jelasnya.
Menurut Nata, kunci dari mentalitas kuat saat public speaking adalah penguasaan materi secara keseluruhan. Penguasaan yang baik akan secara otomatis menumbuhkan rasa percaya diri di panggung. Tantangan sebenarnya yang kerap menjatuhkan mental adalah kurangnya kontrol diri, terutama pada pikiran dan asumsi negatif yang berlebihan.
“Kita tidak bisa mengendalikan pikiran dan asumsi kita yang terlalu buruk. Sehingga hal tersebut membuat kita takut dan menahan potensi kita. Padahal berbicara di depan tidak seburuk itu, justru hal tersebut menyenangkan karena pada akhirnya kita dapat didengarkan oleh banyak orang dan membuat orang lain tahu apa isi pikiran kita,” tutup Nata, memberikan pesan inspiratif agar generasi muda berani melangkah maju dan menyuarakan pendapat.
(Safia Salsabila Putri)





