
Pertemanan dan Kolaborasi sebagai Pilar Pengembangan Karakter. Sumber. sma.kemendikdasmen.co.id
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pembentukan karakter pelajar melalui peningkatan interaksi sosial di lingkungan pendidikan. Langkah ini bertujuan mendorong peserta didik mengembangkan jejaring pertemanan yang positif guna menumbuhkan kepercayaan diri, keterampilan kerja sama, serta kemampuan menyikapi perbedaan pendapat secara konstruktif.
Mahasiswa fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum, semester tujuh, Nisrina Zukhrufa mengungkapkan, pertemanan adalah bagian dari proses pembentukan diri mahasiswa. Relasi antar mahasiswa harus berkaitan dengan aktivitas rekreatif, sehingga dapat menjadi ruang pembelajaran yang mencakup proses diskusi, penguatan kerja sama, serta pengelolaan perbedaan.
“Kebijakan pembentukan karakter masih bersifat normatif, sehingga pelaksanaannya belum disampaikan secara ideal,” ungkapnya
Mahasiswa fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), semester tiga, Nabiha Khansa menuturkan, kebijakan tersebut relevan diterapkan di lingkup sekolah, dan perguruan tinggi. Namun kolaborasi organisasi, dan komunitas belum berjalan secara optimal, sehingga pola interaksi dapat membatasi perluasan lingkup pertemanan di dalam kampus.
“Dengan ajakan mendikdasmen tersebut, ajakan untuk kolaborasi di lingkungan kampus dapat diperkuat, dan diimplementasikan secara lebih efektif,” tuturnya.
(Maura Maharani Rizky)





