107.9 RDKFM

Potrait Kayla Nasfisa Sebagai Mahasiswa Juara Catur DKI Jakarta


Kayla Nafisa, Merupakan pemuda kelahiran Jakarta, 14 Februari 2006, merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), program studi (prodi) Kesejahteraan Sosial (Kessos) semester dua. Tepat di umurnya yang ke 19 tahun, dirinya cukup banyak meraih kejuaraan olahraga catur Tingkat provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Dirinya cukup banyak meraih penghargaan dalam olahraga tersebut seperti juara 1 lomba catur putri kategori kilat Pemerintah Provinsi (pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Juara 1 lomba catur putri UIN Sport expotaiment (USE) pada Milad Federasi Olahraga Mahasiswa (FORSA) 2025 dan beberapa kejuaraan lainnya. 

Pada awalnya, Kayla tidak memiliki keinginan atau ketertarikan secara khusus pada permainan catur, namun, dikarenakan di UIN Jakarta terdapat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menaungi tentang permainan catur, maka dari itu, Kayla mulai tertarik dengan permainan catur dan mengembangkannya di (UKM FORSA). Dirinya juga merasakan, bahwa kepengurusan dalam (UKM FORSA) dilihat cukup aktif dalam mendaftarkan anggotanya, untuk mengikuti perlombaan kemudian, Kayla tertarik untuk berlatih dengan sungguh – sungguh dan mengikuti lombanya. 

“Awalnya aku memang tidak begitu tertarik untuk mendalami permainan catur, pada saat kecil aku hanya sekedar bermain saja, namun karena ada UKM yang menaungi, mulai dari situ aku berminat untuk bergabung dan mengikuti lomba. Alhamdulillah berkat do’a orang tua dan teman–teman, aku bisa mendapatkan kejuaraan pada saat lomba tersebut” ungkapnya.

Adapun beberapa Upaya yang dilakukan oleh Kayla, untuk mendapatkan kejuaraan tersebut adalah strategi yang matang serta ketenangan diri pada saat bermain dengan lawan. Selain dari itu, Upaya yang dilakukan oleh Kayla diantaranya seperti berlatih setelah pulang kuliah dan saat liburan kuliah. Seperti saat Kayla sedang senggang, ia menyempatkan dirinya untuk berlatih catur menggunakan handphone miliknya, sekaligus mengasah kembali kemampuannya. 

Kayla menuturkan, ia menanamkan motivasi dalam dirinya yaitu slow but sure, perlahan tapi pasti karena dirinya meyakini bahwa awal mula kesuksesan itu tidak datang dari proses yang singkat. Dibalik proses orang-orang yang dinilai sangat keren tersebut, pasti terdapat banyak tantangan yang ia lalui sebelumnya. Maka dari itu, Kayla meyakini proses yang Panjang pasti akan menuaikan hasil yang sempurna. 

“Tidak ada orang yang secara tiba-tiba dapat berdiri tanpa pernah terjatuh, walaupun terdapat kegagalan, dalam kegagalan tersebut dapat dijadikan motivasi untuk menjadikan dirinya lebih baik kedepannya. Selama mengikuti perlombaan juga, target aku yaitu berikan yang terbaik dalam setiap Langkah dan jauh dari kata blunder” tuturnya. 

Kayla menjelaskan, bahwa dirinya dapat membagi waktunya antara akademik dan non akademik yaitu dengan cara membuat to do list, baik untuk kegiatan perkuliahan, organisasi yang diikuti serta waktu untuk Latihan. Beberapa kesulitan yang dihadapi pada saat Latihan dan perlombaan. Saat Latihan, Kayla harus sangat fokus dan teliti, agar dapat menyerap ilmu-ilmu yang disampaikan oleh pelatih, namun pada saat perlombaan Kayla merasa dirinya masih tergolong dalam usia yang tergolong pemula dibandingkan dengan atlet-atlet catur yang sudah senior, dirinya beranggapan terdapat banyak ilmu yang harus diperdalam kembali, agar dapat mengimbangi lawan mainnya. 

“Pada saat kecil saya memang memiliki pengalaman dalam bermain catur, dulu diajari oleh kakek aku, karena kakek aku sangat ahli dalam bermain catur, ia pernah menjanjikan jikalau aku menang untuk melawan kakek aku, ia akan membelikanku hadiah, jadi harapannya, agar aku kedepannya dapat meningkatkan nilai-nilai akademik maupun dalam percaturan, agar bisa meraih kesuksesan dimasa yang akan datang” pungkasnya. 

(Nayla Putri Kamila)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *