Muda, Aktif, dan Menginspirasi: Kiprah Arya sebagai CEO GenSmart

perjalanan Arya dalam mencapai jabatan CEO of Representative. Sumber. Dok. Pribadi


Achmad Arya Raqhi Fauzan, atau yang akrab disapa Arya, adalah mahasiswa Program Studi Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Jakarta. Lahir di Makassar pada 24 Januari 2006, Arya kini menetap di Ciputat. Ia berbagi kisah inspiratif tentang perjalanannya menjadi Chief Executive Officer (CEO) of Representative dari komunitas kepemudaan GenSmart.

Perjalanan Arya dimulai dari keaktifannya di berbagai komunitas pemuda. Ia bergabung dengan GenSmart pada Oktober 2024. Berkat kontribusinya yang aktif dalam berbagai kegiatan kolaboratif di komunitas tersebut, namanya kemudian muncul sebagai salah satu dari empat kandidat CEO. Pada Desember 2024, Arya resmi terpilih sebagai CEO of Representative.

“Menjadi CEO bukanlah hal yang pernah saya bayangkan sebelumnya. Awalnya saya hanya ingin fokus pada pengabdian masyarakat, menjadi content creator, dan mengembangkan diri. Tapi amanah ini membuat saya belajar menjawab tantangan anak muda di era digital,” ungkap Arya. 

Bagi Arya, jabatan bukanlah tujuan utama. Ia lebih melihat perannya sebagai penggerak yang ingin mendorong anak muda agar lebih produktif dan berdampak. Sebagai investor muda dan pembicara publik yang memikat, ia berpegang pada prinsip hidup yang telah ia yakini sejak kecil. Semua berawal dari lomba membaca puisi saat ia duduk di bangku kelas 2 SD. Sejak saat itu, Arya bermimpi dapat menginspirasi masyarakat luas dari atas panggung.

“Saya ingin menjadi mata air bagi orang lain yang memberi manfaat dan dampak positif, sekecil apa pun itu. Menurut saya, dampak bukan dilihat dari besar kecilnya, tapi dari seberapa konsisten kita menjalaninya,” kata Arya.

Untuk menjaga keseimbangan antara kuliah, tanggung jawab organisasi, dan aktivitas sebagai pembicara serta relawan, Arya mengandalkan aplikasi kalender untuk mencatat jadwal dengan rinci. Disiplin dan manajemen waktu menjadi kunci utama agar semua kewajibannya dapat terlaksana dengan baik.

Sejak menjadi CEO, Arya merasakan perubahan besar dalam dirinya. Cara berpikirnya lebih matang, ia lebih sabar dalam menghadapi tekanan, dan lebih peka dalam mengambil keputusan.

“Saya bersyukur atas semua proses yang saya lalui selama setahun terakhir. Pola pikir dan mentalitas saya berkembang, didukung oleh pelatihan, skill baru, dan mindset yang kuat. Apa yang saya pikirkan menjadi tindakan, tindakan membentuk karakter, dan karakter membentuk takdir. Saya yakin dalam lima tahun ke depan saya akan jadi pribadi yang lebih kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan,” tutupnya.

(Maura Maharani Rizky)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *