
KLH dan Inggris menandatangani MoU untuk memerangi sampah plastik dan memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati. Sumber. lestari.kompas.com
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia (RI), Hanif Faisol Nurofiq bersama Minister for Nature Inggris, Mary Creagh, menjalin kerja sama untuk menekan penggunaan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan. Upaya ini menjadi strategi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, dengan menekankan pembagian tanggung jawab yang seimbang antara pemerintah dan masyarakat sipil agar program pengurangan plastik dapat berjalan optimal ke depan.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum (IH), semester tujuh, Nadira Eka Nur Wulandari menuturkan, kerja sama antara Indonesia dan Inggris didorong oleh meningkatnya volume sampah plastik di berbagai wilayah, mulai dari sungai, pantai, laut, hingga kawasan wisata. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran baru terkait pencemaran lingkungan sekaligus menuntut penyelesaian yang lebih komprehensif.
“Ketersediaan dukungan teknis dan peralatan yang memadai dari kolaborasi ini dinilai dapat memperkuat efektivitas pengolahan sampah. Melalui peningkatan kapasitas ini, limbah plastik berpotensi diolah menjadi produk yang lebih bernilai guna dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Jurnalistik, semester tiga, Fauzia Nur Haliza mengatakan, pembagian peran antara pemerintah dan perusahaan multinasional penghasil plastik dipandang sebagai langkah efektif untuk menekan penggunaan plastik berlebih. Kolaborasi tersebut dinilai mampu mendorong pengendalian produksi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat dan upaya mengalihkan tenaga kerja industri plastik ke sektor pengelolaan serta pengolahan sampah menjadi strategi tambahan yang dinilai realistis. Pendekatan tersebut tidak hanya membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, tetapi juga menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di masa mendatang,” ucapnya.
(Yuzka Al-Mala)





