
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto tekankan efesiensi anggaran dengan mengalihkan dana untuk sektor pendidikan. Sumber. poskota.co.id
Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menekankan pentingnya efisiensi anggaran negara dengan mengalihkan sebagian besar pos penghematan ke sektor pendidikan. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meminimalisir kebocoran anggaran yang selama ini masih kerap terjadi, sekaligus menjadi upaya konkret dalam menyelamatkan dan memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di masa mendatang.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Kimia (Pendkim), semester sembilan, Luthfia Nurafdani mengungkapkan, kebijakan efisiensi anggaran sebenarnya dapat dinilai baik bagi masyarakat Indonesia secara umum. Namun, bagi mahasiswa justru berpotensi menimbulkan kerugian karena mereka juga membutuhkan dukungan fasilitas dalam menjalani kegiatan akademik.
“Contohnya pada jam penggunaan fasilitas perpustakaan yang ikut terkena efisiensi. Padahal masih banyak pos lain yang bisa dialokasikan tanpa harus mengurangi akses mahasiswa terhadap fasilitas tersebut. Dengan begitu, mahasiswa tetap dapat menjalankan aktivitas perkuliahan tanpa merasa kesulitan,” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Akuntansi, semester tiga, Rafi Aminurdin Ikhsan mengatakan, pendidikan memiliki dampak besar bagi kemajuan negara. Peningkatan kualitas pendidikan dinilai mampu mendorong sumber daya manusia (SDM) yang unggul sekaligus memperkuat perekonomian.
“Di era digital, efisiensi birokrasi dapat dilakukan melalui digitalisasi layanan, seperti penggantian absensi tatap muka dengan sistem daring. Pemerintah juga harus transparan mengenai sasaran penerima, rincian penggunaan anggaran, serta total dana yang dikeluarkan. Selain itu, prioritas perlu diberikan kepada daerah terpencil yang benar-benar membutuhkan bantuan dan sulit dijangkau,” ujarnya.
(Nayla Putri Kamila)





