Perkuat Identitas Nasional, DPR RI Ingin Industri Gim Indonesia Kaya Nilai Budaya Lokal

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menilai penting pencipta gim di Indonesia memiliki bekal nilai-nilai nasionalisme dalam menciptakan suatu kreativitas. emedia.dpr.go.id


Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Samuel Wattimena, menegaskan pentingnya para pencipta gim di Indonesia dibekali nilai-nilai nasionalisme saat membuka bimbingan teknis Peluang dan Tantangan Sinergi Gim dan Artificial Intelligence (AI) dalam Ekonomi Kreatif. Bonus demografi Indonesia dinilai menuntut generasi muda untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, termasuk di industri gim yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Teknik Pertambangan, semester tujuh, Natsya Rosiana Maharani menuturkan, nilai-nilai nasionalisme dapat menjadi sumber inspirasi kuat bagi para kreator gim, khususnya dalam menggali sejarah serta jati diri bangsa. Pengembangan gim berbasis budaya lokal membuka peluang lahirnya karakter dan alur cerita yang khas, berbeda dari produk luar negeri, sehingga kreativitas dapat tumbuh sekaligus memperkuat identitas industri gim nasional.

“Pengayaan budaya dalam pengembangan gim mampu menghadirkan karya yang tidak hanya menarik secara visual maupun mekanik, tetapi juga memiliki nilai tambah budaya. Dengan melakukan riset mendalam tentang keragaman tradisi Indonesia dan menerapkannya dalam proses desain, para pengembang berpotensi menghasilkan karya yang mempromosikan kekayaan lokal kepada pasar yang lebih luas,” tuturnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), semester lima, Khayla Devitri Noveziq mengatakan, nasionalisme dapat menjadi landasan ide yang kuat dalam pengembangan gim, namun gagasan tersebut perlu diperkaya melalui pemanfaatan unsur lokal seperti cerita rakyat, visual, serta karakter khas dari berbagai daerah. Pendekatan ini mendorong lahirnya karya yang lebih kreatif sekaligus membedakan produk gim Indonesia dari gim luar negeri.

“Untuk merefleksikan budaya nasional secara tepat, pengembang perlu melakukan riset mendalam, terutama ketika tema yang diangkat berasal dari kisah tradisional. Cerita rakyat dapat menjadi sumber naratif utama, sementara penguatan aspek visual dan audio mampu menambah identitas serta daya tarik gim. Kombinasi unsur budaya dan inovasi desain tersebut membuka peluang terciptanya karya yang lebih autentik dan relevan,” pungkasnya.

(Nadine Fadila Azka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *