Perkuat Literasi Digital Melalui Media Sosial, Perpusnas Ajak Generasi Muda Jadi Inspirator

Perpusnas ajak generasi muda jadi inspirator literasi media sosial. Sumber. perpusnas.go.id Perpustakaan Nasional (Perpusnas) memperkuat gerakan literasi digital dengan mengajak generasi muda berperan sebagai inspirator literasi di media sosial. Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan kesadaran membaca sekaligus meningkatkan kemampuan memanfaatkan informasi secara bijak di ruang digital, sehingga dapat membentuk pola pikir kreatif dan kritis sekaligus memperkuat budaya literasi nasional. Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas), semester tujuh, Nurul Ahfiani mengatakan, peran generasi muda sebagai inspirator literasi sangat efektif dalam mendorong peningkatan kesadaran literasi di masyarakat. Penanaman nilai literasi di media sosial perlu dilakukan sejak lingkup kecil melalui pembentukan komunitas membaca agar penerapan literasi dapat terlaksana secara menyeluruh. “Dengan pola pikir yang kreatif, generasi muda diharapkan dapat berkembang secara positif sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kreativitas anak bangsa. Langkah ini diyakini mampu memperkuat budaya literasi sekaligus mempersiapkan generasi yang kritis, adaptif, dan produktif di era digital,” ucapnya. Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum (IH), semester tiga, Rahmah Nur Fitri menuturkan, kebijakan ini efektif diimplementasikan karena sebagian masyarakat lebih aktif menggunakan media sosial. Perpustakaan Nasional mampu mendorong generasi muda agar nilai-nilai literasi dijunjung tinggi di ranah digital, sehingga literasi dapat memberikan wawasan yang luas bagi mereka. “Peran generasi muda sebagai inspirator literasi di media sosial berpotensi meningkatkan kreativitas anak bangsa, sehingga aktivitas digital tidak hanya terfokus pada hiburan seperti permainan daring, tetapi juga menjadi sarana pengembangan pengetahuan dan keterampilan secara produktif,” tuturnya. (Maura Maharani Rizky)
Tarik Generasi Muda Indonesia, Taiwan Tawarkan Wisata Budaya dan Inovasi Digital

Generasi muda indonesia jadi daya tarik bagi Taiwan. Sumber. nusabali.com Taiwan Tourism menargetkan generasi muda Indonesia sebagai pasar utama pariwisatanya pada 2025. Upaya ini dilakukan karena Indonesia memiliki populasi anak muda yang besar dengan minat tinggi untuk bepergian dan menjelajah ke luar negeri. Generasi muda juga dipandang sebagai penggerak utama sektor pariwisata di masa depan, sehingga promosi destinasi dan pengalaman wisata yang sesuai dengan tren anak muda menjadi fokus utama. Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), semester lima, Rizal Royhan Aly mengungkapkan, rencana Taiwan menjadikan generasi muda sebagai target utama pariwisata bukanlah suatu masalah. Namun, keterbatasan lapangan kerja di Indonesia berdampak pada kondisi finansial sehingga membatasi kesempatan generasi muda untuk mewujudkan impian berwisata ke luar negeri. “Jika rencana ini terealisasi, Indonesia akan memperoleh keuntungan dalam menjalin hubungan antarnegara yang saling melengkapi, termasuk melalui program pertukaran pelajar maupun kerja sama ekspor. Program study tour dan beasiswa juga dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempelajari secara langsung bagaimana suatu negara membangun komunikasi yang baik,” ungkapnya. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Ekonomi Syariah (Eksyar), semester lima, Ach. Faiz Abian I’tisham Billah Faishal menuturkan, Taiwan menjadikan generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa, sebagai target utama pariwisata karena memiliki minat besar pada budaya, teknologi, dan pendidikan, serta mudah terpengaruh tren dan aktif di media sosial. Kondisi tersebut tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang kerja sama akademik dan riset. “Taiwan dapat menyediakan beasiswa, mempermudah akses visa, mengadakan program pertukaran pelajar, serta menyebarkan informasi melalui platform digital. Upaya tersebut berpotensi memperkuat hubungan antarnegara sekaligus memberi ruang bagi mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan wawasan global,” tuturnya. (Nadine Fadila Azka)