Barang Thrifting Ancam Industri Lokal, Mahasiswa Minta Kebijakan Seimbang

Salah satu tokoh thrifting di Pasar Senen. Sumber. kompas.com


Saat melakukan kunjungan ke Hallway Space Kosambi di Bandung pada Rabu (5/11), Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menilai produk impor barang bekas ilegal atau barang thrifting dapat mengancam keberlangsungan pelaku industri lokal. Dirinya menyebut, kuantitas impor barang thrifting yang mengalami kelonjakan setiap tahunnya harus disesuaikan agar dapat melindungi para pelaku UMKM. 

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES), semester delapan, Syahrul Mubarak mengatakan, melonjaknya jumlah barang thrifting yang diimpor dari tahun ke tahun menandakan kurangnya daya saing produk lokal di sektor busana. Hal tersebut dapat mengancam industri-industri lokal jika tidak diperhatikan dengan baik oleh pemerintah. 

“Namun, jika nantinya pemerintah menetapkan regulasi khusus terkait pelarangan atau pembatasan dari penjualan barang thrifting, hal itu justru akan menjadi ancaman terhadap para penjualnya. Ini menjadi tantangan bagi pemerintah agar dapat membuat kebijakan yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” katanya. 

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester tiga, Sultan Sholehuddin mengungkapkan, yang membuat popularitas barang thrifting tetap tinggi adalah karena banyak menawarkan pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Ditambah lagi, harganya yang ramah di kantong juga membuatnya menjadi pilihan favorit, terutama bagi mahasiswa yang ingin tampil keren. 

“Akan tetapi, jika kita terus-menerus mengonsumsi barang thrifting yang notabenenya adalah barang impor, hal ini akan berdampak negatif terhadap industri pakaian lokal. Produsen lokal akan mengalami penurunan penjualan karena sulit bersaing dengan harga murah dari barang thrifting. Maka dari itu, industri pakaian lokal harus bisa memberikan harga yang terjangkau dari setiap produknya,” ujarnya. 

(Mahendra Dewa Asmara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *