
Perbaikan dan penambahan guiding block trotoar UIN Jakarta Sumber.dok.pribadi
Awal Februari, penambahan jalur pemandu (guiding block) dilakukan sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah disabilitas. Langkah ini diambil, untuk meruntuhkan hambatan mobilitas bagi mahasiswa dan pengunjung tunanetra. Dengan memastikan hak yang aman dan mandiri terpenuhi, di tengah hiruk pikuk aktivitas akademik. Maka, kampus tidak hanya memperbaiki estetika jalan, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam melakukan kesetaraan akses yang layak.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Kimia, semester sepuluh, Ayu Fitratul menjelaskan, penambahan guiding block sebenarnya terkesan sedikit terlambat. Meski begitu, bagi mobilitas penyandang tunanetra, seharusnya diterapkan secara merata di seluruh fakultas tanpa terkecuali. Pihak kampus tidak boleh berhenti pada satu jenis fasilitas saja, melainkan terus berinovasi menyediakan sarana penunjang bagi ragam disabilitas lainnya.
“Beberapa fakultas sudah menggunakan guiding block sejak lama, jadi lebih baik setiap fakultas menyediakan itu. Meski dikatakan terlambat, hal tersebut tetap sangat berguna bagi penyandang tunanetra dan kampus perlu meningkatkan fasilitas ramah bagi penyandang disabilitas lain,” jelasnya.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), semester enam, Aulia Latifa Zahra mengungkapkan, penambahan jalur pemandu merupakan lompatan positif, dalam memberi hak fasilitas yang setara bagi mahasiswa tunanetra. Selain infrastruktur jalan, pentingnya penguatan sarana transportasi internal yang perlu diperbanyak jangkauannya demi mendukung mobilitas disabilitas secara terintegrasi.
“Adanya penambahan guiding block menjadi langkah baik, menjadi kampus yang ramah disabilitas. Namun, selain jalanan yang diperhatikan, mahasiswa tunanetra juga harus difasilitasi setara termasuk memperbanyak fasilitas penunjang seperti Bis LIstrik (BILIS) di area kampus lain,” ungkapnya.
(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)





