107.9 RDKFM

Fenomena Panic Buying Obat Cacing, Mahasiswa Dorong Edukasi Lewat Medsos

Anak-anak mengonsumsi obat cacing dalam program kesehatan rutin. dinkes.inhukab.co.id Fenomena panic buying obat cacing marak terjadi setelah beredarnya sebuah berita di media sosial. Banyak warga kemudian memborong obat tersebut dengan harapan dapat mencegah penularan penyakit dan menjaga kesehatan keluarga. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana informasi yang beredar dapat memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat secara cepat. Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), jurusan Ilmu Kesehatan, semester tujuh, Chieka Pudji Rahayu mengungkapkan, fenomena yang marak terjadi belakangan ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Kesadaran tersebut tercermin dari perhatian lebih terhadap pencegahan penyakit melalui pola hidup sehat. “Meski demikian, penyakit cacingan bukanlah hal baru di Indonesia, sebab pihak kesehatan telah lama mengimbau konsumsi obat cacing secara rutin. Dengan maraknya pemberitaan, penyakit ini justru semakin ditakuti sehingga mendorong masyarakat untuk berbondong-bondong mengonsumsi obat sekaligus menjaga pola makan,” ungkapnya. Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), semester tujuh, Ananda Diva Irmansyah, menuturkan, kesadaran masyarakat patut diapresiasi karena menunjukkan kepedulian terhadap isu kesehatan. Meski demikian, edukasi tetap perlu diberikan agar tidak terjadi kesalahan dalam mengonsumsi obat-obatan yang justru dapat membahayakan. “Mahasiswa juga dapat memanfaatkan media sosial yang kini sangat canggih untuk memberikan edukasi secara lebih luas. Dengan langkah ini, masyarakat dapat semakin peduli terhadap kesehatan sekaligus terhindar dari risiko overdosis akibat penggunaan obat yang tidak tepat,” tuturnya. (Nayla Putri Kamila)