Bekali Mahasiswa Hadapi Era Digital, Kessos dan BPI UIN Jakarta Sukses Gelar PBAK 2025

Sesi foto bersama pemateri PBAK Kessos 2025. Sumber. Dok. Pribadi


Mahasiswa baru dari Jurusan Kesejahteraan Sosial (Kessos) dan Bimbingan Penyuluhan Islam (PMI) mengikuti hari terakhir Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada Jumat (29/8). Kegiatan ini mengusung tema berbeda di tiap jurusan, namun memiliki tujuan sama, yakni membentuk generasi muda yang adaptif dan solutif di era digital. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan siap mengabdi dengan hati nurani sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Ketua pelaksana PBAK Kessos 2025, Muhammad Yazid, menjelaskan bahwa kegiatan bertajuk “Membangun Mahasiswa Kesejahteraan Sosial yang Responsif dan Inklusif di Era Digital bagi Kelompok Rentan” menekankan pentingnya sikap responsif dan inklusif di tengah perkembangan digital. Tema ini dipilih karena digitalisasi memberikan dampak besar, baik positif maupun negatif, yang kemudian dikupas secara mendalam oleh para ahli di bidangnya.

“Mahasiswa baru diharapkan mampu mengambil pelajaran dari materi yang diberikan serta membekali diri untuk menghadapi era digital dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, para mahasiswa juga diharapkan tetap bersemangat dan berjuang, karena PBAK hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang di dunia perkuliahan,” jelasnya.

Ketua pelaksana PBAK BPI 2025, Ilham Khalid Faqih menyampaikan, tema tahun ini, Membangun Generasi Penyuluh Muda yang Visioner: Berpikir Digital, Bertindak Solutif, Mengabdi dengan Hati, dirancang untuk membentuk mahasiswa baru sebagai pribadi yang tangguh di lapangan. Keberhasilan acara tercermin dari antusiasme peserta dalam menyerap setiap materi yang diberikan. Sebagai penutup, ditayangkan video throwback dari tim dokumentasi yang menghadirkan momen-momen berkesan sepanjang rangkaian kegiatan.

“Harapannya, PBAK di tahun berikutnya dapat terlaksana dengan lebih baik. Mahasiswa baru juga diingatkan untuk terus bersemangat menapaki perjalanan panjang di dunia perkuliahan, karena kini mereka bukan lagi calon mahasiswa, melainkan bagian dari keluarga besar kampus,” ujarnya.

(Safia Salsabila Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *