
Makerspace Professional Development perkuat kapasitas guru. Sumber. beritasatu.com
Program Makerspace Professional Development digelar melalui kolaborasi sejumlah lembaga pendidikan dan mitra internasional untuk memperkuat kapasitas guru menghadapi perkembangan teknologi pembelajaran. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (24/9), diikuti pendidik dari berbagai sekolah dengan pelatihan berbasis praktik kolaboratif guna meningkatkan kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan inovasi dalam proses belajar mengajar.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Program Studi (Prodi), Biologi semester tujuh, Maharani Safitri mengungkapkan, program yang dilaksanakan mampu memberikan pengaruh terhadap pola pikir sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi masa kini. Melalui program tersebut, proses pembelajaran dapat diarahkan ke metode yang lebih kreatif, sehingga dinilai tepat untuk mendukung pembelajaran di masa mendatang serta menjaga keberlangsungan program sebagai upaya menuju kemajuan bangsa.
“Penting bagi pendidik untuk mempelajari teknik pembelajaran terbaru, sebab seiring perkembangan zaman, metode belajar anak akan terus berubah. Dengan adanya program ini, para guru diharapkan mampu beradaptasi dengan baik,” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), prodi Ilmu Hukum (IH), semester lima, Elza Novia mengatakan, inovasi tersebut bermanfaat karena mampu melatih peserta didik berpikir kritis. Pencapaian ini dipandang sebagai langkah positif dalam mempersiapkan generasi muda agar lebih matang dalam mengembangkan pola pikir yang luas di masa mendatang.
“Sebagai penggerak sosial, diperlukan pemahaman mengenai konsep makerspace sejak dini, disertai keterlibatan aktif dalam program serta perhatian khusus terhadap sektor terkait. Harapannya, inovasi terbaru ini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh peserta didik di Indonesia,” ucapnya.
(Maura Maharani Rizky)





