
Proses penghapusan tato oleh tim profesional medis. Sumber. baznas.id
Memfasilitasi niat masyarakat untuk memperbaiki diri, Pemerintah Kota (PEMKOT) Jakarta Selatan sukses menyelenggarakan program Hapus Tato Gratis. Pada Kamis (26/02), kegiatan tersebut hadir sebagai solusi bagi warga yang ingin memantapkan langkah dalam berhijrah, tanpa harus terbebani mahalnya biaya medis penghapusan tato.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES), semester delapan, Rahmah Elqisthy mengungkapkan, dalam perspektif Islam, keberadaan tato memang dipandang tidak sejalan dengan syariat agama. Tetapi, kepemilikan rajah bukan indikator mutlak untuk menilai buruknya kepribadian individu secara keseluruhan.
“Inisiatif pemerintah menjadi jalan bagi masyarakat yang ingin memulai lembaran baru. Program hapus tato gratis tersebut, sangat berdampak positif karena membuka jalan bagi masyarakat yang ingin memperbaiki diri tanpa terkendala biaya,” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semesre empat, Najwa Aliya Dharma menuturkan, stigma negatif terhadap tato sudah mulai bergeser. Anak muda masa kini cenderung melihat tato sebagai bentuk ekspresi seni, sehingga pandangan buruk yang bersifat menghakimi sudah tidak lagi relevan.
”Keberanian seseorang menghapus tato adalah bukti dari kematangan diri mengambil langkah perubahan hidup. Maka, keputusan untuk menghapus tato sebenarnya merupakan proses personal yang lahir dari tekad diri sendiri, serta dorongan nilai-nilai agama,” tuturnya.
(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)








