
Pembacaan kalam illahi sebagai salah satu rangkaian acara Donasi Peduli Sumatera. Sumber. Dok. Pribadi
Pada Jumat (12/12), Kementerian Agama (Kemenag) berkolaborasi dengan UIN Jakarta menggelar kegiatan Donasi Peduli Sumatera bersama Band Wali di Auditorium Harun Nasution (Harnas). Acara yang dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), serta sejumlah pimpinan Kemenag, bertujuan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa donasi dan pakaian layak pakai bagi masyarakat di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh.
Event organizer (EO) acara Donasi Peduli Sumatera, Ermy Kusuma Ningrum menyampaikan, kegiatan tersebut digelar sebagai upaya panitia untuk menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat terdampak. Melalui kegiatan ini, dosen, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika UIN Jakarta turut dilibatkan agar dapat berpartisipasi memberikan bantuan yang akan didonasikan ke wilayah terdampak di Sumatera.
“Donasi yang diberikan oleh sivitas akademika UIN Jakarta dapat menambah jumlah bantuan yang sebelumnya telah direncanakan. Selain itu, panitia juga memastikan agar bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang terdampak dan tidak disalahgunakan,” ujar Ermy.
Salah satu peserta acara donasi peduli Sumatera, Nina Husna mengungkapkan, kegiatan ini akhirnya diselenggarakan oleh UIN Jakarta. Dalam sambutannya saat opening speech, Rektor menekankan bahwa kepedulian tidak cukup hanya berhenti pada rasa simpati, tetapi harus diwujudkan melalui empati yang nyata, tidak sekadar mengasihani, melainkan juga melalui aksi konkret seperti penyaluran donasi dan pakaian layak pakai.
“Melalui pelelangan helm yang ditandatangani oleh personel Band Wali dan ditawarkan kepada penawar dengan harga tertinggi, hasil lelang ini dialokasikan untuk masyarakat terdampak agar benar-benar merasakan bantuan dari para pendonasi. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan, sehingga kepedulian dan aksi nyata dari kita semua menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.
(Nayla Putri Kamila)








