Kebijakan BUMN Tekstil: Perluas Lapangan Kerja 

Proses produksi di sebuah pabrik tekstil Sumber.kumparan.com


Pengamat ketenagakerjaan, Watch Timboel Siregar, menggodok pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru di sektor tekstil. Sebagai jawaban dari keresahan mahasiswa dan lulusan baru, terkait sempitnya lapangan kerja. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk memperkuat ekonomi nasional, melainkan sebagai upaya strategis menyediakan wadah. Bagi mahasiswa, kehadiran BUMN ini diharap menjadi jembatan, sehingga fenomena ketidaksesuaian skill (mismatch) dapat diminimalisir secara signifikan.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Matematika, semester tujuh, Virgi Syach Putra menuturkan, rencana pembentukan BUMN tekstil ini sebagai solusi konkret, dalam mencapai target 19 juta lapangan kerja. Melalui kolaborasi lintas pendidikan, hal tersebut memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja secara inklusif. Dimulai dari lulusan pendidikan dasar, hingga sarjana dari berbagai disiplin ilmu untuk mengisi departemen yang relevan. 

“Pembentukan BUMN sektor tekstil sangat bagu, dalam membuka lapangan kerja baru. Hal tersebut akan berpengaruh, yang nantinya BUMN dapat mengolaborasi lulusan sarjana dengan angkatan kerja lulusan sekolah,” tuturnya. 

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester tujuh, Muhammad Mahdy menjelaskan, tantangan terkait lonjakan pelamar kerja, menuntut pemerintah memperluas kuota serta meningkatkan pembekalan bagi calon pekerja. Pembukaan lapangan kerja, harus dibarengi dengan fasilitas penunjang seperti seminar atau pelatihan teknis. Maka, akan menjamin kesiapan mental dan kualitas pelamar saat terjun ke industri. 

“Dengan jumlah pelamar yang diperkirakan akan meningkat, BUMN harus menyediakan kuota lebih banyak serta dukungan berupa seminar atau workshop guna meningkatkan kualitas dan kesiapan calon pekerja,” jelasnya. 

(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *