
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Sumber. rri.co.id
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyebut kecelakaan bermotor sebagai salah satu penyebab utama tingginya angka kematian di Indonesia menuai beragam tanggapan. Tingginya angka kecelakaan dinilai tidak semata dipengaruhi perilaku pengendara, tetapi juga kondisi infrastruktur jalan serta tingginya mobilitas pengguna sepeda motor dalam aktivitas sehari-hari.
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (FU), jurusan Aqidah Filsafat Islam (AFI), Muhamad Syaripudin Fadli menuturkan, pernyataan dengan menekankan faktor kecelakaan perlu dilihat secara menyeluruh. Kecelakaan bisa dipicu oleh kondisi individu, seperti kelelahan dan kurang istirahat setelah aktivitas kuliah maupun pekerjaan, serta faktor eksternal berupa kondisi jalan yang tidak memadai.
“Kecelakaan dapat disebabkan oleh faktor individu maupun kondisi jalan. Kelelahan dan mengantuk setelah beraktivitas meningkatkan risiko kecelakaan, sementara jalan berlubang atau licin juga perlu segera ditangani pemerintah. Selain itu, pengendara harus rutin mengecek kondisi kendaraan. Pengalaman kecelakaan akibat ban licin membuat saya kini lebih berhati-hati saat berkendara,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), semester lima, Nayla Zahra menyampaikan, kesadaran keselamatan berkendara di kalangan mahasiswa masih perlu ditingkatkan. Ia mengakui bahwa pelanggaran lalu lintas, seperti melawan arus dan tidak menggunakan helm, masih sering dilakukan, bahkan oleh mahasiswa yang telah memahami risiko kecelakaan.
“Di kalangan mahasiswa, pelanggaran yang masih sering terjadi antara lain melawan arus dan tidak menggunakan helm. Selain itu, microsleep akibat kelelahan juga kerap dialami. Berdasarkan pengalaman yang dialami, lebih baik memilih untuk singgah atau menginap di tempat yang aman daripada memaksakan diri berkendara. Apabila kondisi tubuh sudah lelah, sebaiknya segera beristirahat karena risikonya cukup besar dan berpotensi fatal.” ujarnya.
(Fayruz Zalfa Zahira)





