
Juru Bicara Kemenlu Iran, Esmaeil Baghaei, sebut program nuklir Iran belum sepenuhnya dijalankan. Sumber. Dok. Pribadi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa upaya diplomasi internasional terkait program nuklir Iran belum sepenuhnya dijalankan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi berbagai sektor, termasuk kerja sama akademik serta program pertukaran mahasiswa internasional. Pemerintah Iran juga menegaskan komitmennya untuk tetap membuka ruang dialog dengan komunitas global guna menjaga stabilitas hubungan internasional di bidang pendidikan dan riset.
Mahasiswa fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Jurusan Hukum Keluarga (H-K), Semester tiga, Zahra Fitria Al Aqila mengungkapkan, Kebijakan tersebut belum mendukung jalur diplomasi, sehingga berisiko memperluas sengketa internasional. Transparansi internasional perlu diperkuat untuk memastikan keamanan, dan pemanfaatan teknologi nuklir.
“Kebijakan tersebut perlu dikuatkan regulasinya, karena belum mengedepankan transparansi internasional, sehingga keraguan pada masyarakat belum sepenuhnya terjawab” ungkapnya.
Mahasiswa fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi ( FDIKOM), Jurusan Jurnalistik, semester tiga, Mahesa Pasha Perdana menuturkan, kebijakan nuklir tersebut efektif untuk mempertahankan kepentingan nasional. Selama jalur diplomasi dijalankan, peningkatan konflik masih dapat dikendalikan, namun perhatian terhadap transparansi juga diperlukan.
“Diplomasi adalah cara paling aman untuk meredakan ketegangan tanpa konflik, perlu adanya keamanan dan perhatian terhadap nuklir tersebut agar tidak disalahgunakan” tuturnya.
(Maura Maharani Rizky)





