Pembukaan ROFFAIR 2025: Serukan Revolusi Pendidikan di Tengah Semangat Mahasiswa

Foto bersama Anggota Aktif (Angtif) RDK FM pasca pembukaan ROFFAIR2025. Sumber. Dok. Pribadi


Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK) FM menggelar pembukaan RDK Off Air  (ROFFAIR) 2025 dengan menghadirkan talkshow bertema “Patah, Pulih, Tumbuh: Revolusi Pendidikan Indonesia” di Teater Prof. Aqib Suminto, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta, pada Kamis (18/9). Acara ini menghadirkan Guru Gembul sebagai pembicara untuk mengajak mahasiswa melihat dinamika pendidikan dari sudut pandang kritis dan segar.

Organizing Committee (OC) ROFFAIR 2025, Kahfi Arya Raihan mengatakan, pembukaan ROFFAIR tahun ini mengangkat tema Rima Revolusi yang lahir dari keresahan akan banyaknya persoalan yang sedang terjadi di Indonesia, mulai dari isu politik, pemerintahan, hingga dunia seni. Tema ini dipilih untuk mengajak generasi muda menghadirkan gerakan perubahan melalui rangkaian acara yang dikemas secara kreatif.

“Di opening kali ini kami mengundang Guru Gembul untuk membahas soal Revolusi Pendidikan. Harapannya, para peserta bisa mendapat gambaran baru tentang pendidikan yang ideal dan membawa pulang hal-hal yang bisa dipraktikkan. Secara umum acara berjalan lancar, meski ada sedikit kendala teknis, tapi semoga pesan yang disampaikan tetap memberi semangat bagi siapa saja yang hadir,” ujarnya.

Salah satu peserta Pembukaan ROFFAIR 2025, Aufa Syauqyya mengungkapkan, pembukaan ROFFAIR mendapat sambutan hangat dari mahasiswa, terutama mahasiswa baru yang ikut merasakan keseruan acara. Mereka menilai kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan seperti stand up comedy, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antar teman seangkatan maupun lintas kelas. Selain itu, sesi bersama pemateri dinilai mampu memberi wawasan baru yang bermanfaat.

“Kesannya seru banget dan benar-benar bikin makin dekat dengan teman-teman. Dari rangkaian acara juga dapat ilmu baru dan pandangan baru dari pemateri, terutama dari Pak Guru Gembul yang banyak membahas soal pendidikan dan cara memandang dunia. Walau sempat ada keterlambatan registrasi, selebihnya acara terasa menyenangkan dan berjalan baik,” ungkapnya. 

(Fayruz Zalfa Zahira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *