
Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin: 1 dari 10 Orang Indonesia Berisiko Gangguan Jiwa. Sumber. Presidenri.go.id
Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin, menyebut sekitar 28 juta jiwa atau 10 persen penduduk Indonesia berpotensi mengalami gangguan kejiwaan. Kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya gejala depresi dan kecemasan, terutama pada kelompok anak dan remaja, yang angkanya lebih tinggi dibandingkan orang dewasa maupun lansia.
Mahasiswa Magister Fakultas Psikologi (FPSI), jurusan Psikologi, semester empat, Asmi menyampaikan, pentingnya peran lingkungan yang kondusif serta pola asuh sejak dini dalam menjaga kesehatan mental anak. Lingkungan yang aman dan suportif mampu membentuk ketahanan psikologis anak sejak usia awal.
“Selain itu, pengawasan ketat terhadap penggunaan media sosial perlu dilakukan agar anak terhindar dari paparan konten maupun permainan yang berpotensi melemahkan kesehatan mental. Kontrol orang tua terhadap aktivitas digital anak menjadi langkah preventif untuk meminimalkan risiko gangguan psikologis akibat konsumsi media yang tidak sesuai usia,” ujarnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), semester tujuh, Iffa Auliya mengungkapkan tekanan akademik yang berlebihan dapat menjadi salah satu faktor pemicu gangguan kejiwaan. Beban tugas dan tuntutan capaian akademik yang tidak seimbang dinilai berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan mental mahasiswa.
“Oleh karena itu, kehadiran sistem pendukung dari orang tua maupun teman menjadi hal yang sangat krusial sebagai langkah pencegahan. Dukungan emosional dan sosial selama masa pembelajaran berperan penting dalam membantu individu menghadapi tekanan akademik sekaligus meminimalkan risiko gangguan kejiwaan,” ungkapnya.
(Muhammad Hasbi Mukhtar)





