
Menteri perdagangan (Mendag) dan anggota HIMKI menghadiri acara TEI. sumber. hetanews.com
Pada Kamis (20/8), Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menggerakkan transformasi sektor kerajinan nasional, dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI). Baginya, Indonesia telah memiliki berbagai instrumen untuk memperluas pasar ekspor yang perlu di integrasikan, agar informasi mengenai potensi pasar dapat diterjemahkan menjadi buyer dan menghasilkan transaksi.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Fisika, semester delapan, Nasywa Amira mengungkapkan, saat ini sektor industri kerajinan tetap memiliki relevansi yang kuat di tengah derasnya arus globalisasi yang berkembang pesat.
“Bagi saya, kerajinan lokal bukan sekadar produk komersial, melainkan pilar kebudayaan yang harus terus bertransformasi, berinovasi secara kreatif, dan aktif mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital guna menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester empat, Hafid Zacky Yanuar menjelaskan, pelestarian kerajinan daerah merupakan wujud nyata dalam menjaga identitas budaya bangsa, apalagi Indonesia yang kaya akan budayanya.
“Seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, memegang peran penting untuk memastikan warisan budaya tidak tergerus modernitas, melainkan terus beradaptasi secara dinamis mengikuti perkembangan era digital yang serba cepat,” jelasnya.
(Rifananda Ibrahim Bijaksana)





