DEMA Psikologi Gelar Diskusi Publik, Membahas Dinamika Politik Terkini 

Foto bersama peserta usai diskusi publik mengenai politik di negeri ini. Sumber. Dok. Pribadi


Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Psikologi, menggelar diskusi publik bertajuk “Katanya Tetap Kritis, Nyatanya…”, pada Kamis (29/10). Bertempat di landmark Fakultas Psikologi, kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang diskusi bagi mahasiswa untuk mengulas dinamika politik terkini, khususnya terkait pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Pemantik diskusi publik mahasiswa, Felix Haris Rumangu menuturkan, pelantikan para anggota Wantimpres dari latar belakang yang beragam, menunjukkan koalisi pemerintah yang “gemuk” sehingga fungsi pengawasan atau oposisi dinilai melemah.

“Masuk ke lingkaran kekuasaan, belum tentu berarti kehilangan idealisme. Maka jangan terlalu cepat menyimpulkan kinerjanya dan kita tetap perlu mengawasinya sebab kekecewaan publik terhadap Rocky Gerung dapat dijelaskan lewat confirmation bias dan disonansi kognitif,” tuturnya.

Menteri Kajian Aksi Strategis (Kastrat) DEMA Fakultas Psikologi, Syifa Sakinah Nurmeisya  mengungkapkan, isu Wantimpres diangkat karena sedang ramai dibicarakan dan pemahaman politik mahasiswa psikologi masih kurang. 

“Keresahan kami muncul, apakah para anggota akan tetap kritis setelah menerima jabatan. Setiap kita hidup, makan, dan tidur, kita sedang berpolitik, maka harapannya mahasiswa lebih terbuka terhadap politik dan bersama-sama menjaga negara dari orang-orang yang berniat jahat,” ungkapnya.

(Rifananda Ibrahim Bijaksana)

Rifananda Ibrahim Bijaksana
Rifananda Ibrahim Bijaksana
Articles: 61

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *