Ubah Trauma Menjadi Karya, Ahmad Hilmy Farid Raih Kompetisi Menulis Tingkat Nasional

Potret Ahmad Hilmy Farid raih juara finalis lomba menulis, pada ajang penerbitan Buku Ontology. Sumber. Dok. Pribadi


Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang akrab di sapa Ahmad Hilmy Farid, berhasil meraih prestasi sebagai finalis dalam lomba menulis kisah pribadi tingkat nasional melalui karyanya yang berjudul “Resiliensi Frekuensi: Transformasi dari Luka Perundungan menjadi Suara Dakwah dan Pena Jurnalisme”.

Motivasi utamanya menulis kisah pribadinya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya perundungan yang dampaknya bisa sangat fatal bagi korbannya. Hilmy berharap tulisannya mampu menginspirasi orang lain, bahwa hambatan atau keterbatasan diri bukan alasan untuk berhenti mengejar mimpi.

“Seseorang harus berani menyimpan sejarah, lalu mengabadikannya tanpa rasa takut untuk dijauhi dan diancam banyak orang. Hindari rasa malas, terus giat, bangkit, dan selalu tumbuh meskipun berada di tengah perbatasan, bahkan ketika disapa badai,” ungkapnya.

​Pengalaman buruk yang pernah dirasakan justru menjadi hal penting dalam membentuk ketahanan mental yang dimilikinya saat ini. Penting bagi setiap orang untuk berani menyuarakan pengalaman hidupnya tanpa harus merasa takut akan penilaian atau ancaman dari pihak lain, karena pada kenyataanya tidak ada orang hebat yang terlahir dalam keadaan hebat.

​Maka baginya, seseorang tidak seharusnya menunda untuk menciptakan karya hanya karena menunggu kondisi diri yang sempurna. Kehebatan adalah sebuah proses panjang yang dibentuk dari kerja keras dan pembelajaran terus-menerus, bukan hasil dari sesuatu yang instan. Sehingga teman-teman harus terus bergerak maju dan tetap produktif, meskipun harus melewati berbagai rintangan dalam hidup.

(Muhammad Hasbi Mukhtar)

Muhammad Hasbi Mukhtar
Muhammad Hasbi Mukhtar
Articles: 37

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *