Peringati Hari Media Sosial, Mahasiswa Suarakan Aspirasi Lewat Ruang Digital

Perluas ruang aspirasi, memanfaatkan ruang digital dengan bijak. sumber. glints.com


Peran platform digital, melalui peringatan Hari Media Sosial, pada Rabu (10/6), menjadi ruang aspirasi dan pemantau isu sosial terkini. Meski menjadi katalisator gerakan mahasiswa, fenomena ini turut membawa tantangan berupa Fear of Missing Out (FOMO) dan penyebaran hoaks yang masif. Sehingga, perlu meningkatkan literasi digital dan mengedepankan sikap kritis dalam menyaring setiap informasi.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester enam, Arini Fithradini, menuturkan, media sosial telah bertransformasi menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi, mengawal isu sosial, dan memperluas jaringan komunitas yang memiliki kepedulian serupa.

“Selain sebagai alat hiburan, media sosial turut menjadi edukasi dan advokasi, di mana pengguna yang bijak bisa mengamplifikasi suara kebenaran secara lebih luas dan cepat kepada khalayak yang tepat,” tuturnya.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum (IH), semester empat, Sakha Nurkhair menyatakan, khawatirnya banjir informasi dan maraknya hoaks, terutama yang diproduksi oleh konten kecerdasan buatan (AI). Sehingga penting bagi banyak pengguna, untuk memverifikasi dari sumber-sumber yang kredibel.

“Di era digital yang penuh dengan disinformasi, maka penting untuk tidak menelan informasi mentah-mentah dan harus lebih aktif menjadi agen literasi digital guna memfilter konten berbahaya bagi masyarakat luas,” katanya.

(Muhammad Hasbi Mukhtar)

Muhammad Hasbi Mukhtar
Muhammad Hasbi Mukhtar
Articles: 32

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *