
Berlangsungnya pemaparan materi oleh Edy Listanto di acara studium generale. Sumber. Dok. Pribadi
Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio), menggelar studium generale bertajuk “Rekayasa Hayati: Solusi Cerdas untuk Kedaulatan Pangan di Tengah Perubahan Iklim”, pada Rabu (10/6). Upaya meningkatkan wawasan mahasiswa, diajak untuk memahami pengembangan ilmu hayati yang dapat berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin kompleks.
Ketua Himbio, Muhammad Dzakwan Zahir menjelaskan, tema rekayasa hayati, perubahan iklim, dan ketahanan pangan menjadi isu yang sangat penting untuk dipahami mahasiswa karena berkaitan dengan tantangan global yang tengah dihadapi masyarakat dunia, dan selaras dengan ruang lingkup keilmuan biologi.
“Melalui studium generale, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori yang dipelajari di perkuliahan, tetapi juga mampu melihat berbagai peluang pemanfaatan rekayasa hayati. Sehingga dapat menjadi solusi nyata untuk mendukung ketahanan pangan dan menjawab tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks,” jelasnya.
Salah satu peserta studium generale, Muhammad Rafi Rizwaansyah menyatakan, materi yang disampaikan sangat menarik karena memberi pemahaman mengenai rekayasa hayati, termasuk penerapan tanaman transgenik. Selain itu, ada berbagai faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga produktivitas tanaman di tengah kondisi iklim yang tidak menentu.
“Apa yang dipaparkan memberi gambaran yang jelas mengenai proses rekayasa hayati dan aspek keamanannya. Maka, kami dapat memahami bahwa sebelum mengonsumsi suatu produk, penting untuk mengetahui proses, manfaat, dan standar keamanan yang diterapkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar,” katanya.





