Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan, PBAK Jurnalistik dan PMI Fokus dalam Digitalisasi

Berlangsungnya sharing session with lecture PBAK PMI UIN Jakarta. Sumber. Dok. Pribadi


Isu digitalisasi di era modern menjadi perhatian utama dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta, Jumat (29/8). Dua program studi, Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Jurnalistik, turut menyoroti perkembangan teknologi 5.0 dengan mengusung tema yang relevan dengan tantangan zaman.

Ketua pelaksana PBAK Jurnalistik 2025, Reza Pahlevi menuturkan, Jurusan Jurnalistik memilih tema “Jurnalistik 5.0” sebagai bentuk respons terhadap hadirnya kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) yang kian memengaruhi dunia pers. Kehadiran teknologi dinilai membawa peluang sekaligus tantangan, terutama karena AI dapat menghasilkan teks berita tetapi juga berpotensi menyebarkan hoaks. 

“AI memang bisa menulis, tetapi tidak akan pernah menggantikan peran jurnalis. Karena hanya jurnalis yang turun ke lapangan, menyaksikan fakta, dan melakukan verifikasi sebelum berita disajikan kepada publik,” tuturnya.

Ketua Pelaksana PBAK PMI 2025,  Dika Saputra mengungkapkan, jurusan PMI mengusung tema “Transformasi Sosial Melalui Pemberdayaan Digital Bagi Generasi Emas Indonesia.” Tema tersebut dipilih karena ranah sosial dinilai sebagai fokus utama PMI, sehingga mahasiswa baru diarahkan untuk menjadi agen perubahan yang mampu memanfaatkan teknologi digital bagi masyarakat.

“PMI sejak awal memang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui digitalisasi, kami ingin mahasiswa baru mampu menjadi agen perubahan dan menjawab isu-isu sosial yang ada di lapangan,” ungkapnya. 

Dirinya menambahkan, materi PBAK kedua jurusan PMI dibagi dalam beberapa sesi, mulai dari sharing session with lecture, yang memperkenalkan aspek akademik, budaya, hingga prospek keilmuan masing-masing jurusan. Dengan begitu, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada identitas jurusan, tetapi juga diarahkan untuk memahami relevansi keilmuan mereka dengan tantangan era modern.

(Fayruz Zalfa Zahira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *