Aktif di Forum Internasional, Fahrul Riansyah Perluas Wawasan Global

Fahrul Riansyah Efendi, mahasiswa HI UIN Jakarta, aktif sebagai delegasi di forum internasional. Sumber: Dok. Pribadi


Fahrul Riansyah Efendi, atau yang akrab disapa Rian, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Jurusan Ilmu Hubungan Internasional (HI) semester tujuh UIN Jakarta, telah meraih pengalaman internasional sebagai delegasi di berbagai forum dan konferensi anak muda. Pengalaman tersebut berkontribusi dalam memperluas wawasan global, serta memperkuat kemampuan diplomasi dan public speaking yang dijalaninya selama masa perkuliahan.

Rian mengikuti sejumlah forum internasional, seperti ASEAN Youth Summit, Youth Struggle S2 Chapter di Malaysia, Singapura, dan Thailand, serta Japan ASEAN Youth Summit 2025. Melalui forum-forum tersebut, ia terlibat langsung dalam diskusi lintas budaya dan pertukaran gagasan dengan delegasi dari berbagai negara Asia Tenggara dan Jepang.

Rian mengungkapkan, ketertarikan pada diplomasi anak muda muncul seiring perjalanan akademiknya. Diplomasi dipandang bukan hanya tanggung jawab mahasiswa, tetapi juga kemampuan yang penting bagi seluruh generasi muda Indonesia. Dengan pemahaman akan pentingnya diplomasi, Rian berupaya memberikan kontribusi aktif bagi nama baik Indonesia dan kemajuan bangsa. Ia juga memanfaatkan public speaking sebagai sarana menyampaikan gagasan dan isu sosial secara jelas dan berdampak. 

“Menjadi delegasi internasional bukan sekadar kesempatan, tapi juga proses panjang yang menuntut ketekunan. Saya sempat gagal beberapa kali, bahkan ada program yang hanya partially funded. Namun dari setiap kegagalan itu, saya belajar untuk terus mencoba dan akhirnya bisa meraih kesempatan fully funded yang sangat saya syukuri. Proses tersebut mengajarkan saya pentingnya ketekunan, persiapan matang, dan keberanian untuk mengambil peluang, meskipun di awal terasa sulit dan menakutkan,” ungkapnya.

Perjalanan Rian di dunia internasional melewati berbagai tantangan. Ia sering merasa terbatas pengalaman, terutama saat membandingkan diri dengan pencapaian delegasi lain. Kritik yang membangun selalu dijadikan acuan untuk perbaikan diri, sedangkan komentar negatif dari lingkungan sekitar diabaikan. Proses belajar yang konsisten melalui webinar, aktivitas organisasi, serta pengalaman praktis sebagai social media specialist dan content creator membentuk fondasi penting yang membantunya mengekspresikan gagasan secara efektif di forum internasional.

Kesempatan tampil di ASEAN Youth Summit, Youth Struggle S2 Chapter, dan Japan ASEAN Youth Summit memberi Rian pemahaman mendalam tentang perbedaan budaya dan cara berpikir anak muda di luar negeri. Setiap pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi Rian untuk berkembang dan memperkuat kontribusi aktifnya bagi nama baik Indonesia di era global.

Rian menuturkan bahwa platform digital mempercepat komunikasi lintas negara, memperluas penyebaran gagasan, dan memfasilitasi partisipasi anak muda dalam isu sosial. Teknologi dianggap memungkinkan pertukaran gagasan secara internasional serta keterlibatan lebih aktif dalam diplomasi. Mengenali diri sendiri menjadi kunci dalam menentukan arah, sementara pemahaman terhadap kekuatan dan keterbatasan membantu menyesuaikan kegiatan, sehingga peluang belajar dan pengalaman dapat dimaksimalkan. 

“Pesan saya untuk teman-teman anak muda adalah percaya pada diri sendiri dan jangan takut gagal. Kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Kenali diri, beranilah keluar dari zona nyaman, dan jangan meremehkan langkah-langkah kecil yang sedang kamu lakukan sekarang, karena semua itu bisa membawa dampak besar di masa depan. Setiap pengalaman, sekecil apa pun, memiliki nilai penting dalam membentuk kemampuan dan membuka peluang yang lebih luas,” tuturnya.

(Maura Maharani Rizky)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *