Dampak Fatal Keracunan Makanan, Ingatan Siswa Memudar Tetapi Keinginan Bersekolah Tetap Tinggal

MBG yang sedang dipersiapkan untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah. sumber. cnn.com


Balamuda, bagi sebagian pelajar, pergi ke sekolah setiap pagi mungkin merupakan rutinitas yang biasa. Kemudian, tugas yang menumpuk, ujian yang datang silih berganti, hinnga rasa malas untuk bangun pagi kerap dirasakan. Namun, seorang siswi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengingatkan kesempatan untuk belajar dan bersekolah merupakan hal yang sangat berharga.

Remaja usia 16 tahun, bernama Febi Yona Purba, saat ini masih berjuang memulihkan kondisi kesehatannya, setelah menjadi korban dalam kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan pelajar di daerahnya. Kondisi yang dialaminya tidak hanya membuat tubuhnya lemah, tetapi juga berdampak pada kemampuan berbicara dan penurunan daya ingatnya hingga 70 persen.

Dosen Neurologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Wahyu Wihartono, menjelaskan beberapa jenis racun dari kasus keracunan makanan dapat memengaruhi kerja otak dan sistem saraf. Racun ini dapat mengganggu zat kimia yang berfungsi mengirim pesan antar sel saraf yang mengakibatkan komunikasi antar sel saraf menjadi tidak normal sehingga berdampak pada kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi, berpikir, dan mengingat. 

Balamuda, di balik perjuangan Febi, peristiwa ini menunjukkan adanya hal-hal yang perlu dibenahi dalam pelaksanaan program penyediaan makanan bagi para pelajar. Pengawasan terhadap kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi perlu dilakukan secara ketat. Dengan demikian, program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pelajar tetap dapat berjalan tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kesehatan bagi penerima manfaat.

Kisah Febi menjadi refleksi bagi banyak generasi muda, Balamuda. Tidak sedikit pelajar yang menganggap sekolah sebagai beban. Padahal, di luar sana ada anak-anak yang justru berjuang agar bisa kembali duduk di bangku kelas dan mengikuti pelajaran seperti sebelumnya. Apa yang selama ini terlihat biasa ternyata dapat menjadi sesuatu yang sangat dirindukan ketika kesempatan itu tidak mudah lagi didapatkan.

Jadi, Balamuda, peristiwa ini bukan sekadar cerita tentang seorang siswi yang sedang sakit atau berjuang melawan rasa sakitnya. Melainkan dapat menjadi pengingat bagi kebanyakan orang bahwa kesempatan untuk belajar, berkuliah, dan bertemu teman setiap hari merupakan hal yang harus disyukuri. 

(Muhammad Hasbi Mukhtar)

Muhammad Hasbi Mukhtar
Muhammad Hasbi Mukhtar
Articles: 57

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *