
Perlindungan pemanfaatan AI untuk tingkatkan kreativitas. sumber. sumbawanews.com.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, tekankan pentingnya kreativitas dan kemampuan berpikir bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). Pada Rabu (29/7), dengan menggarisbawahi kedua keahlian tersebut merupakan pondasi, agar sumber daya manusia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga inovator di era digital.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Perbandingan Mazhab (PM), semester sepuluh, Asep Saeful Puad mengungkapkan, AI sangat membantu proses belajar mahasiswa, asalkan diposisikan sebagai alat bantu dan melalui proses verifikasi yang ketat.
“Meski begitu, ketergantungan manusia terhadap teknologi AI berisiko menurunkan kemampuan berpikir mandiri mahasiswa, selain daripada banyaknya keuntungan yang akan didapat dari pesatnya teknologi” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester delapan, Muhammad Naqy Alhadi menuturkan, pentingnya etika akademik di era digital, regulasi hak cipta sangat penting untuk melindungi karya para kreator di tengah masifnya penggunaan AI.
”Oleh karena itu, penggunaan teknologi juga perlu dilakukan secara bertanggung jawab, dengan tetap mencantumkan referensi yang jelas dan senantiasa menghargai karya kreatif orang lain agar tidak bergeser menjadi tindakan plagiarisme,” tuturnya.
(Muhammad Raffa Al Farezzy)





