
Pramono anung menyampaikan hasil mengenai pemanfaatan hidrogen. sumber. ntvnews.id
Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Pramono Anung menjalin komunikasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada Rabu (29/7) untuk mematangkan transisi transportasi berbasis energi bersih guna menekan polusi. Langkah kolaborasi dilakukan, guna mempercepat ekosistem kendaraan ramah lingkungan dan menciptakan kualitas udara Jakarta yang lebih sehat bagi masyarakat.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester empat, Andi Erlangga Putra Bintuni menuturkan, pemerintah harus mengutamakan transparansi biaya anggaran secara terbuka. agar kebijakan yang diambil tidak berpotensi membebani masyarakat.
“Transparansi anggaran dari pemerintah tidak akan menimbulkan kekhawatiran, sehingga rakyat tidak merasa cemas dan terbebani oleh kebijakan fiskal yang tidak diketahui transparansinya,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Teknik Pertambangan (TP), semester empat, Muhammad Dzaky Maulidi menyatakan, Indonesia sebenarnya sudah memiliki berbagai sumber bahan bakar alternatif yang potensial, sehingga pemerintah semestinya fokus menyempurnakan yang sudah ada.
“Maka, alangkah lebih bijak jika pemerintah memaksimalkan, menyempurnakan, dan menguji kelayakan teknologi yang ada secara matang, agar tidak membuang anggaran dan tenaga untuk menciptakan hal baru yang justru belum tentu teruji di lapangan,” katanya.
(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)





