
ASEAN gelar post-ministerial conference bersama Inggris di Manila, Filipina. sumber. liputan6.com
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono, mendorong penguatan kemitraan antara negara-negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Inggris melalui kerja sama dalam pemberantasan penipuan daring lintas negara. Dalam forum ASEAN-UK, menekan percepatan transisi energi dan peningkatan kapasitas pengembangan sumber daya manusia.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Kimia, semester enam, Jalsa Nurussyifa menuturkan, maraknya jaringan penipuan daring tidak hanya disebabkan oleh sistem keamanan siber yang masih memerlukan penguatan secara teknis, melainkan juga dipicu oleh rendahnya tingkat literasi digital di tengah masyarakat.
”Pemerintah harus lebih proaktif mengedukasi masyarakat secara masif dan berkelanjutan agar publik memiliki daya kritis yang tinggi, sehingga tidak mudah tergiur oleh berbagai modus penipuan digital yang semakin canggih dan merugikan,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), jurusan Ilmu Politik (ILPOL), semester enam, Muhammad Fachri mengungkapkan, tingginya kasus penipuan online telah menjadi pemicu utama diperlukannya sinergi serta kerja sama bilateral yang erat antara Indonesia dan Inggris.
”Kerja sama diperlukan untuk memberi perlindungan terhadap data pribadi masyarakat, namun di sisi lain harus tetap memastikan bahwa regulasi yang diterapkan tidak menghambat ruang gerak dan aktivitas digital yang terus berkembang pesat,” ungkapnya.
(Rifananda Ibrahim Bijaksana)





