
Antrian kapal angkutan perintis di salah satu wilayah pelabuhan. sumber. ekonomi.bisnis.com
Menteri Perhubungan (MENHUB), Dudy Purwaghandi, memastikan layanan angkutan perintis akan terus beroperasi untuk menjaga konektivitas dan kelancaran distribusi barang pokok di wilayah terpencil. Pada Rabu (22/7), memastikan mobilitas masyarakat dan pasokan kebutuhan dasar di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) tetap terjamin dengan baik.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester delapan, Salwa Ramadhani Pasaribu menjelaskan, layanan angkutan perintis memberi dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil melalui terbukanya akses jual beli yang lebih luas.
“Keberadaan moda transportasi ini mampu menjaga kestabilan harga bahan pokok dan mempermudah akses terhadap kebutuhan kesehatan, serta pendidikan meskipun masih bergantung pada kondisi geografis,” jelasnya.
Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), semester empat, Siti Robiatul Adawiyah mengungkapkan, penyediaan sarana angkutan harus berjalan selaras dengan pemerataan infrastruktur secara menyeluruh, agar distribusi di lapangan tidak terjadi kendala atau halangan.
“Fasilitas berupa kendaraan belum cukup menjadi solusi kesejahteraan masyarakat, namun pemerintah dapat memanfaatkan layanan sambil terus melakukan pembangunan infrastruktur agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan secara optimal,” ungkapnya.
(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)





