
Fauzan Adziman klaim budaya riset perguruan tinggi meningkat. sumber. kemdiktisaintek.go.id
Perguruan tinggi di Indonesia dalam melakukan riset, mengalami peningkatan signifikan, yang menandakan semakin kuatnya budaya penelitian di lingkungan akademik. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risetbang), Faudzan Adziman, menegaskan peningkatan aktivitas riset diharapkan mampu memperkuat kontribusi perguruan tinggi, terhadap inovasi dan kemajuan teknologi nasional secara berkelanjutan.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester delapan, Daffa Faiz Arrayyan menyatakan, kendala dan tantangan dalam budaya riset di perguruan tinggi, disoroti oleh mahasiswa semester akhir dari berbagai fakultas.
“Bahwa fasilitas pencarian data penelitian sebenarnya sudah sangat memadai, namun motivasi mahasiswa untuk turun tangan langsung masih tergolong minim dari skala yang seluas perguruan tinggi,” katanya.
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (FU), jurusan Studi Agama-Agama (SAA), semester delapan, Barokatu Umry mengungkapkan, masalah yang kerap menghambat penyusunan tugas akhir pada mahasiswa, yaitu buruknya manajemen waktu dan keterbatasan finansial.
“Sehingga kami berharap pihak kampus dapat memperbanyak pembelajaran berbasis riset lapangan, agar kita tidak lagi hanya mengandalkan sumber instan dari internet dalam menyusun karya ilmiah,” ungkapnya.
(Muhammad Hasbi Mukhtar)





