Khawatir Rupiah Tembus 19 Rupiah, Mengancam Janji 19 Juta Lapangan Kerja

Panjangnya antrean pelamar kerja dalam tahapan wawancara. sumber. creativenews.id


Balamuda, pasti tahu, ramainya fenomena angka 19 yang sedang hangat diperbincangkan. Mulai dari janji 19 juta lapangan kerja yang dinanti, hingga nilai tukar rupiah yang kini mendekati angka Rp19.000/dolar. Nah, kira-kira apa saja ya, dampaknya buat banyak masyarakat di Indonesia?

​Sepanjang satu tahun terakhir, rupiah memang sedang diuji, Balamuda. Data menunjukkan pada Juni 2025, nilai tukar masih berada di angka Rp16.233, namun Juni 2026 sudah menyentuh Rp18.134. Pengamat pasar uang, Ibrahim Asuaibi, memprediksi bahwa angka tersebut berpotensi menembus Rp19.000/dolar di akhir bulan nanti.

Meskipun angka nominalnya naik, secara nilai, rupiah kita justru sedang melemah. Melemahnya rupiah, membawa dampak domino yang cukup serius bagi ekonomi dalam negeri, Balamuda. Bukan sekedar harga kebutuhan pokok yang melambung, tapi sektor industri nasional turut terancam. Banyak perusahaan manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor, terpaksa menelan akibat membengkaknya biaya operasional.

​Dalam kondisi terjepit, perusahaan pun harus putar otak untuk menjaga arus kas tetap stabil. Sayangnya, pilihan untuk menaikkan harga jual produk sulit dilakukan karena daya beli masyarakat yang juga sedang menurun. Akhirnya, banyak perusahaan terpaksa mengambil langkah efisiensi drastis, mulai dari memotong biaya produksi hingga melakukan rasionalisasi pekerja demi menghindari kerugian yang lebih besar.

​Langkah efisiensi tersebut berimbas pada kebijakan seperti, pemutusan hubungan kerja (PHK), pengurangan jam lembur, dan penghentian rekrutmen pekerja baru. Fenomena ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang sedang menagih janji 19 juta lapangan kerja. Di tengah situasi ekonomi yang menantang, banyak pihak yang mempertanyakan realisasi janji tersebut di tengah ancaman PHK yang menghantui.

​Namun, Balamuda jangan panik berlebihan, ya! Balamuda, tetap bisa berkontribusi untuk membantu ekonomi bangsa. Caranya, mulai prioritaskan kebutuhan pokok, kurangi konsumsi barang impor, dan lebih cinta produk dalam negeri. Selain itu, mari manfaatkan setiap peluang dengan memulai usaha kecil-kecilan, dengan harapan rupiah bisa segera kembali menguat dan ekonomi Indonesia kembali stabil.

(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)

Syadwiena Rayapuan Aglanafaira
Syadwiena Rayapuan Aglanafaira
Articles: 33

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *