
Olahraga golf yang menjadi pelarian banyak anak muda. sumber. kompas.com
Balamuda, sadar nggak kalau belakangan ini timeline media sosial lagi didominasi oleh konten orang-orang yang sedang asik bermain golf? Pemandangan anak muda yang tampil stylish dengan outfit golf yang matching sambil mengayunkan stik, seolah jadi pemandangan baru. Fenomena ini cukup menarik, Balamuda, karena mengganti tren aktivitas akhir pekan anak muda yang biasanya identik dengan lari pagi atau berburu thrifting.
Ternyata, ada alasan logis mengapa golf mendadak hype dan lebih inklusif bagi kalangan generasi muda. Stigma golf sebagai olahraga elite yang eksklusif perlahan luntur, seiring dengan makin ramahnya biaya akses. Kini, banyak driving range modern yang hadir dengan sistem bayar per-sesi atau sewa stik di tempat. Jadi, Balamuda nggak perlu lagi pusing memikirkan biaya keanggotaan klub, sehingga hobi ini tetap ramah di kantong mahasiswa.
Selain faktor biaya, golf juga bertransformasi menjadi aktivitas yang sangat fleksibel. Dengan adanya simulator golf indoor dan kafe berbasis olahraga, Balamuda nggak perlu repot melakukan booking lapangan berhari-hari sebelumnya. Cukup luangkan waktu dua hingga tiga jam sepulang kuliah atau kerja, Balamuda sudah bisa bermain.
Dari sisi visual, golf memiliki estetika yang sangat “menjual” untuk media sosial. Perpaduan antara lapangan hijau yang luas, gerakan swing yang tampak estetik di kamera, hingga outfit yang sporty membuat setiap momen bermain menjadi konten yang menarik untuk dibagikan dan bangga menunjukkan progres dalam mencoba olahraga golf.
Maka, golf telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat atau wellness yang dicari banyak orang. Banyak anak muda yang mengaku bahwa golf adalah pelarian yang pas dari hiruk-pikuk dunia digital. Fokus dalam mengarahkan bola dan ketenangan di ruang terbuka. Jadi, jangan heran kalau ke depannya ajakan “ke driving range, yuk” akan makin sering terdengar.
(Rifananda Ibrahim Bijaksana)





