
Talkshow sekaligus diskusi film “Home Sweet Loan” disampaikan oleh pemateri. Sumber. Dok. Pribadi
Pada Selasa (26/5), Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (HMPS BPI), menggelar acara bedah film di teater lantai dua Aqib Suminto, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM). Bertujuan meningkatkan pola pikir kritis, serta pemahaman mahasiswa terhadap pesan sosial dan psikologis yang terkandung di dalam sebuah karya film.
Pemateri bedah film, Artiarini Puspita Arwan menyatakan, film merupakan media yang sangat efektif untuk menyebarkan isu-isu sosial dan psikologis, karena sifatnya yang mudah diakses sekaligus mampu memberikan edukasi nyata bagi para penontonnya.
“Oleh karena itu, masyarakat khususnya generasi muda harus memiliki sikap berpikir kritis, serta bijak dalam memilih tontonan sehari-hari. Sehingga mereka dapat menyerap pesan moral dan edukasi di dalamnya, tanpa mudah terpengaruh oleh dampak negatif yang mungkin ikut ditayangkan,” katanya.
Ketua pelaksana bedah film, Fachry Rafanda Rahman mengungkapkan, konsep membedah film yang dilaksanakan merupakan sebuah inovasi baru dalam mengemas kegiatan literasi, agar menjadi lebih menarik dan interaktif bagi mahasiswa.
“Kami sengaja memilih tema film yang sangat relevan dengan dunia penyuluhan, dengan harapan agar kegiatan ini dapat meningkatkan literasi mahasiswa terkait pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus memahami dinamika pola asuh di dalam hubungan keluarga,” ungkapnya.
(Jiddan Akrom Ramadhan)





