
Amalia raih juara satu dalam Kongres Nasional IMAPSI 2026. Sumber. Dok. Pribadi
Amalia merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Perbankan Syariah (PBS), semester tiga. Dirinya berhasil meraih juara pertama dalam National Essay Competition HMPS PSY UIN Saizu. Kompetisi ini merupakan bagian dari Kongres Nasional IMAPSI 2026 yang mempertemukan mahasiswa perbankan syariah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia pada 3–5 Oktober 2026 di Purwokerto.
Ketertarikan Amalia terhadap dunia kepenulisan bermula dari kegemaran mengerjakan proyek esai. Pengalamannya membuat Amalia menyadari, menulis merupakan kemampuan yang perlu terus diasah hingga mampu menembus kompetisi nasional maupun internasional. Keikutsertaannya dalam kompetisi dilakukan bersama beberapa mahasiswa Perbankan Syariah lainnya, sehingga proses pengerjaan esai terasa lebih mudah melalui kerja sama tim.
“Aku memilih untuk tetap tenang dan mengandalkan doa orang tua, sebagai sumber kekuatan selama menjalani proses perlombaan. Nah, pengalaman paling berkesan buat aku, ketika punya kesempatan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai daerah untuk bertukar cerita mengenai pengalaman perkuliahan dan kurikulum kampus masing-masing,” ujarnya.
Pencapaian ini sangat berharga, terlebih kompetisinya diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga baginya, pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan tidak cepat puas dengan apa yang sudah diraih. Menjadi pengingat juga, setiap potensi perlu dikembangkan melalui keberanian mencoba dan konsisten dalam belajar.
“Pelajaran terbesar bagi saya adalah mengenali potensi diri, konsisten menekuni hal yang kita suka, dan tidak takut mencoba. Prestasi bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi tentang proses yang dijalani. Saya juga semakin menyadari pentingnya doa orang tua, dukungan orang terdekat, dan sikap rendah hati agar kita tidak berhenti belajar,” jelasnya.
Dalam perjalanan meraih prestasi, Amalia menyebut orang tuanya sebagai sosok yang paling berperan melalui doa dan dukungan yang senantiasa diberikan. Ia juga mengapresiasi dukungan teman satu tim dan lingkungan kampus yang memberi ruang untuk berkembang. Amalia berencana terus meningkatkan kemampuan menulis dan meneliti, serta mengikuti kompetisi nasional maupun internasional.
“Pesan aku untuk teman-teman, jangan takut untuk mencoba dan terlalu sibuk membandingkan proses kita dengan pencapaian orang lain. Setiap orang memiliki waktu, kemampuan, dan jalan perjuangannya masing-masing. Tidak apa-apa jika belum meraih juara, karena setiap proses tetap memberikan pelajaran,” pungkasnya.
(Jiddan Akrom Ramadhan)





