
Kolaborasi BPJS Kesehatan x MUI tingkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan. sumber. rri.co.id
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, pada Rabu (23/9), menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperluas cakupan dan keaktifan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah ini dilakukan melalui pemanfaatan mimbar dakwah, guna memberi pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan aktif dalam prinsip gotong royong.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Teknik Pertambangan (TP), semester lima, Akbar Cakra menjelaskan, edukasi moral melalui mimbar dakwah perlu diimbangi dengan perbaikan nyata, pada kualitas pelayanan fasilitas kesehatan.
“Faktanya, masih sering ditemukan kendala seperti antrean panjang dan diskriminasi pasien yang membuat masyarakat tidak membayar iuran secara rutin. Sehingga kolaborasi yang dilakukan, perlu menyederhanakan sistem birokrasi pendaftaran,” jelasnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (Kessos), semester tiga, Nafiro Arasyan Hasibuan mengungkapkan, pendekatan keagamaan melalui mimbar dakwah dapat menggugah kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membayar iuran.
“Kesadaran masyarakat perlu diperhatikan melalui pembekalan pemahaman agama dan nilai tolong-menolong, sehingga hal ini dapat mendorong kepatuhan masyarakat dalam menjaga keaktifan kepesertaan JKN,” ungkapnya.
(Muhammad Raffa Al Farezzy)





