
Berlangsungnya pemaparan materi tentang keamanan maritim Indonesia. Sumber. Dok. Pribadi
Pada Selasa, (22/9), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), menggelar kuliah umum, di Auditorium Prof. Bahtiar Effendy. Kuliah umum bertajuk, “Membangun Keamanan Maritim Indonesia dalam Menghadapi Ketidakpastian Global Kontemporer”, kegiatan ini membahas pentingnya keamanan maritim Indonesia dalam menghadapi berbagai dinamika dan ketidakpastian global saat ini.
Ketua pelaksana (Ketuplak) kuliah umum, Amir Fajar Masae menyatakan, kegiatan bertujuan meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap isu kemaritiman, terutama dalam melihat berbagai konflik dan dinamika global yang berkaitan dengan laut.
“Oleh karena itu, mahasiswa perlu memperluas pemahaman mengenai isu kelautan, akhir-akhir ini banyak mahasiswa yang terlalu fokus kepada perang nasional, lebih ke daratan. Sedangkan yang terlibat sekarang, seperti Selat Hormuz yang membutuhkan perhatian juga,” katanya.
Salah satu peserta kuliah umum, Farhat Hasan Ramadhan menuturkan, pembahasan mengenai keamanan maritim memberi pemahaman baru terkait persoalan batas wilayah laut Indonesia dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Timor Leste yang masih memiliki persoalan perbatasan maritim.
“Sebagai mahasiswa, terutama mahasiswa Hubungan Internasional (HI), mempelajari hukum-hukum maritim, perbatasan, dan keamanan lautan sangat penting. Dengan begitu, kita dapat mengetahui cara menghadapi persoalan dengan negara lain,” tuturnya.
(Jiddan Akrom Ramadhan)






