Gejala Depresi dan Kecemasan Meningkat, Kemenkes Tekankan Deteksi Dini Kesehatan Mental

Pemeriksaan kesehatan mental, harus dilakukan se-dini mungkin. sumber. tribunnews.com


Pada Senin (19/10), Direktur Pelayanan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi menyebutkan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG), ada 71 juta penduduk diperiksa hingga Oktober 2026. Ternyata hasilnya, gejala depresi dan kecemasan terhadap anak sekolah dan remaja tercatat lebih banyak empat kali lipat dibandingkan kelompok lansia dan dewasa.  

Mahasiswa Fakultas Psikologi, jurusan Psikologi, semester tiga, Achmad Paundra Aswandi mengungkapkan, kesehatan mental mahasiswa dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu biologis, psikologis, dan lingkungan. Pendekatan sense of coherence disarankan berfokus pada strategi pengelolaan dan penyelesaian masalah daripada meratapi penyebabnya. 

“Kampus memiliki layanan konseling untuk mahasiswa, khususnya Fakultas Psikologi sehingga mahasiswa Psikologi bisa datang ke fasilitasnya. Dengan begitu, konseling dapat membuat lebih tahu how to manage emotion-nya,” ungkapnya. 

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Biologi, semester tiga, Zahranaliby menuturkan, banyaknya tuntutan praktikum dan kesibukan kepanitiaan sangat memengaruhi kondisi mental mahasiswa hingga merasa kewalahan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan manajemen waktu antara tugas kuliah dan kegiatan organisasi. 

“Harapannya, kampus menyediakan layanan konseling pada setiap mahasiswanya seperti pusat layanan bimbingan. Selain itu, sosialisasi dan edukasi mental harus lebih dikuatkan lagi oleh lingkungan kampus,” tuturnya. 

(Muhammad Hasbi Mukhtar) 

Muhammad Hasbi Mukhtar
Muhammad Hasbi Mukhtar
Articles: 67

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *