
Listyo Sigit Prabowo menyebutkan telah melakukan berbagai upaya terhadap Karhutla. sumber. bisnis.com
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Listyo Sigit Prabowo menyebutkan telah melakukan berbagai upaya, untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sehingga penanganan karhutla dinilai sudah maksimal, di mana pemerintah sudah memperbaiki regulasi untuk penanganan dan pencegahan karhutla dalam jangka panjang.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester lima, Asrhaf Panji Nugroho mengungkapkan, upaya penanganan pemerintah belum efektif karena bencana kebakaran hutan masih terus berulang.
“Mengingat Kalimantan disebut sebagai paru-paru dunia, kita harus melakukan reboisasi atau penanaman kembali di mana hutan-hutan itu harus terjaga alami, bukan dengan cara diganti dengan pohon-pohon yang lain,” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Hukum Tata Negara (HTN), semester tiga, Muhammad Irsyad Maulana menuturkan, pemerintah perlu lebih transparan dan serius terkait data titik api, dalam kerja sama regional daripada sekadar menjaga citra diplomatik.
“Peran generasi muda dalam hal ini bisa memberikan edukasi dan advokasi, misalnya kampanye di media sosial, penyuluhan di desa yang rawan Karhutla, dan pendampingan hukum atau literasi hukum lingkungan,” tuturnya.
(Muhammad Hasbi Mukhtar)





