
Tekankan regenerasi penulis muda, guna memperkuat ekosistem penerbitan nasional. sumber. suara.com
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), mendorong regenerasi penulis muda guna perkuat ekosistem penerbitan di Indonesia. Pada Senin (5/10), menulis menjadi perhatian bagi mahasiswa sebagai calon generasi baru penulis, dalam mengembangkan kemampuan dan pengalaman, hingga menghasilkan karya yang dapat dipublikasikan dan memiliki nilai ekonomi.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), semester lima, Maimun mengungkapkan, mahasiswa saat ini sudah cukup siap menjadi bagian dari regenerasi penulis, karena telah terbiasa dengan kegiatan menulis selama perkuliahan.
“Lingkungan kampus sebenarnya sudah menyediakan ruang melalui organisasi, baik internal maupun eksternal, seperti diskusi dan latihan menulis. Namun, pemanfaatannya kembali kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh,” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester tiga, Nayla Salsabila Riyadhi mengatakan, kampus telah menyediakan kegiatan yang mendukung mahasiswa dalam menulis dan berkarya, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam menyediakan wadah untuk mempublikasikan karya.
“Peluang publikasi sebenarnya tersedia, tetapi belum seluruh mahasiswa mengetahui informasi tersebut. Oleh karena itu, informasi mengenai peluang publikasi perlu disebarluaskan dan dibuat lebih mudah diakses oleh mahasiswa,” katanya.
(Jiddan Akrom Ramadhan)






