
Audiensi DEMA dan SEMA bersama jajaran rektorat UIN Jakarta. Sumber. Dok. Pribadi
Pada Kamis (10/9), Badan Kajian Dan Aksi Strategis (BKAS) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, menggelar aksi demonstrasi di auditorium Harun Nasution (Harnas). Aksi bertajuk “Bersihkan UIN” dilakukan, sebagai bentuk penyampaian keresahan mahasiswa terkait persoalan di lingkungan kampus mulai dari fasilitas, uang kuliah tunggal (UKT), hingga tata kelola birokrasi.
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Jakarta, Achmad Hafizh mengungkapkan, aksi ini digelar untuk menyampaikan keresahan mahasiswa yang sudah lama terpendam, terutama terkait minimnya fasilitas yang bermutu.
“Dalam menyampaikan aspirasi kami perihal keresahan banyak mahasiswa, bagi kami, perhari ini UKT yang kami bayar tidak sepadan dengan fasilitas yang tersedia di lingkungan kampus. Sehingga mendorong kami untuk menuntutnya,” ungkapnya.
Ketua DEMA Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Muhammad Zidan Ramdani menuturkan, tagline “Bersihkan UIN” dipilih karena mahasiswa menginginkan kampus yang bersih dari berbagai bentuk kesewenang-wenangan atas tindakan birokrasinya.
“Hal ini dikarenakan, banyaknya dugaan berita-berita yang menampilkan keterlibatan rektorat dengan premanisme, kemudian fasilitas kampus yang masih belum memadai, dan indikasi parkir liar yang memungut uang mahasiswa,” tuturnya.
(Rifananda Ibrahim Bijaksana)






