Peringati September Hitam, DEMA FITK Gelar Diskusi Terbuka “Sudut Sintesa”

Berlangsungnya diskusi terbuka “Sudut Sintesa”, memperingati September Hitam. Sumber. Dok. Pribadi


Pada Senin (7/9), Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FITK), menggelar diskusi terbuka “Sudut Sintesa”. Berkolaborasi dengan Komunitas Lorong, diskusi bertajuk “Nalar di Balik Bayang Gelap: Menatap Jejak September Hitam Lewat Dialektika dan Keheningan”, bertujuan untuk memperingati September Hitam.

Ketua pelaksana (Ketuplak) “Sudut Sintesa”, Mohammad Zidan Awaludin menjelaskan, ingatan kolektif terhadap peristiwa dan kasus Hak Asasi Manusia (HAM) perlu dirawat, agar mahasiswa tidak bersikap apatis pada sejarah. Di tengah kegagalan negara dalam menjujung tinggi asas demokrasi, mahasiswa dapat berani berdiri menegakan kebenaran dan keadilan.

“Diskusi terbuka ini harapannya menjadi kegiatan literasi dan diskusi, yang akan membuka pandangan mahasiswa lebih luas tentang politik dan HAM, agar mahasiswa dapat menjalankan peran idealnya sebagai agen perubahan,” jelasnya.

Pemateri “Sudut Sintesa”, Mohammad Khamidan Akhdan mengungkapkan, kemampuan berpikir kritis selaku agent of change tidak hanya sekedar menyebarkan informasi di sosial media, tetapi harus paham akar permasalahannya. Peristiwa September Hitam sering kali luput dari pendidikan formal, padahal sangat penting bagi keadilan.

“Tentunya materi yang kami angkat sangat bersinggungan dengan bagian dari sejarah bangsa yang sering terlupakan di sekolah. Sehingga, seminimalnya mahasiswa harus memiliki pengetahuan histori dan dampak yang terjadi dari sejarah ini,” ungkapnya

(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)

Syadwiena Rayapuan Aglanafaira
Syadwiena Rayapuan Aglanafaira
Articles: 58

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *