
Foto bersama Anggota aktif (Angtif) dengan salah satu Jurnalis Kompas.id. Sumber. Dok. Pribadi
Memperdalam wawasan jurnalistik, anggota News Department Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK) FM melaksanakan media visit yang kedua kali, ke Kompas.id. Bertempat di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, pada Selasa (11/8). Dalam kunjungannya, RDK FM berkesempatan berkeliling melihat area pameran jelajah masyarakat adat, melihat dan mendengar cerita dari berbagai foto jurnalistik yang dipamerkan.
Pemimpin Redaksi (Pemred) RDK FM, Yuzka Al-Mala mengungkapkan, pemilihan Kompas.id didasari oleh reputasinya sebagai media besar di Indonesia dengan beragam program menarik, salah satunya adalah pameran “Merangkai Jejak Masyarakat Adat”, sehingga kunjungan bertujuan untuk mempelajari alur peliputan.
“Harapannya, media visit yang kedua ini dapat memberi impact yang baik, khususnya para reporter dan memberi semangat untuk terus mengejar cita-cita, agar apa yang dipelajari menjadi bekal berharga untuk mempunyai gambaran yang lebih baik lagi ketika melakukan peliputan di kemudian hari,” ungkapnya.
Salah satu jurnalis Harian Kompas, Dionisius Reynaldo Triwibowo menuturkan, jurnalisme harus dipandang sebagai sebuah panggilan jiwa dan passion, bukan sekadar batu loncatan karier. Sehingga keterampilan utamanya berakar dari kebiasaan membaca untuk menghasilkan karya tulis yang mampu memaknai suatu peristiwa (so what) secara mendalam.
“Semakin banyak membaca, tulisan kamu akan semakin baik dan makin kaya akan sudut pandang. Jadikan ini profesi panggilan, bukan untuk dirimu sendiri, tapi untuk masyarakat. Ketika banyak orang menikmati produk jurnalistikmu, itu sudah menjadi langkah yang baik bagi lingkungan di sekitarmu,” tuturnya.
(Jiddan Akrom Ramadhan)






