Wamenaker Dorong Keseimbangan Teori dan Praktik Bahasa, Atasi Kesenjangan Dunia Kerja

Afriansyah Noor tekankan pentingnya memiliki kemampuan berbahasa. sumber. detakkaltim.com


Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menekankan pentingnya penguatan kompetensi vokasi dan penguasaan bahasa asing bagi tenaga kerja Indonesia. Pada Senin (3/8),  guna memastikan lulusan lembaga pelatihan memiliki kesiapan kerja yang matang dan adaptif dalam menghadapi dinamika dunia industri global yang semakin kompetitif.

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (FU), jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), semester empat, Muhammad Sahal menjelaskan, penguatan kompetensi vokasi dan kemampuan berbahasa memegang peranan dalam mempersiapkan lulusan, sehingga integrasi antara ilmu agama dan filsafat perlu diimbangi dengan penguasaan bahasa asing.

“Dengan begitu, keseimbangan yang dilakukan merupakan kunci utama bagi mahasiswa untuk membangun daya saing yang kokoh dan  mempermudah langkah kami dalam menembus ketatnya persaingan bursa kerja nasional maupun global,” jelasnya.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Perbandingan Mazhab (PM), semester empat, Dimas Farhan Zaqqiawan menyatakan, peningkatan kompetensi vokasi dan kemampuan bahasa merupakan bekal esensial yang mutlak dimiliki oleh setiap lulusan perguruan tinggi agar siap terjun ke pasar kerja.

​”Berdasarkan dinamika dunia profesional, saya berpandangan bahwa institusi pendidikan tinggi perlu secara serius merumuskan kurikulum. Sehingga dapat memperkuat porsi pelatihan vokasi dan kemampuan komunikasi lintas bahasa guna mempersempit kesenjangan dunia industri,” katanya.

(Rifananda Ibrahim Bijaksana)

Rifananda Ibrahim Bijaksana
Rifananda Ibrahim Bijaksana
Articles: 39

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *