
Dzakiratun Shalihah sukses harumkan UIN Jakarta di kancah dunia. Sumber. Dok. Pribadi
Prestasi membanggakan ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), bernama Dzakiratun Shalihah. Dirinya berhasil meraih juara satu, dalam ajang International Qur’anic Festival (I-QAF) 2026, di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, pada Sabtu (11/7) lalu.
“Awalnya saya benar-benar tidak menyangka bisa sampai di titik ini, meraih perlombaan yang saya ikuti. Pencapaian ini murni pertolongan Allah SWT dan buah dari doa orang tua, bimbingan guru, dosen, serta dorongan teman-teman,” ungkapnya.
Bukan sekadar ajang kompetisi internasional, perlombaan yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah hingga luar negeri ini, dimaknai oleh Dzakira sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menimba ilmu dari para pencinta Al-Qur’an lainnya.
“Cara menutupi rasa deg-degan itu sederhana, yaitu perbanyak zikir dan doa. Saya selalu tanamkan di pikiran kalau tugas saya cuma tampil semaksimal mungkin. Soal hasil akhir, itu sepenuhnya urusan Allah,” kata Dzakira yang sempat dilanda rasa gugup menghadapi para qari dan qariah terbaik dunia.
Di balik keberhasilannya, tersimpan proses latihan disiplin yang ketat, mulai dari mematangkan tajwid, mempresisikan makharijul huruf, merapikan variasi lagu, hingga menjaga hafalan lewat murojaah secara mandiri seusai salat subuh.
“Jangan pernah ragu untuk mencoba dan jangan takut gagal. Manfaatkan setiap peluang yang ada dan jangan gampang menyerah, karena kita nggak akan tahu hasilnya kalau nggak diawali dengan rasa penasaran, ” tuturnya yang menjadikan doa orang tua sebagai pondasi terkuat dalam meraih kesuksesan.
Momen pengumuman pemenang dan kesempatan berharga bertukar cerita dengan peserta lintas negara, meninggalkan kesan mendalam bagi Dzakira yang kini memegang amanah baru untuk senantiasa rendah hati dan konsisten belajar. Dzakira akan terus memperdalam pemahaman Al-Qur’an dan siap kembali membawa inspirasi mengharumkan nama almamater, pada panggung-panggung kompetisi berikutnya.
(Jiddan Akrom Ramadhan)





